Kementan Akan Perketat Pengawasan Pemotongan Unggas

Di Publish Pada Tanggal: Kamis, 06 Oktober 2016 20:47 WIB

Pedagang ayam.
Pedagang ayam.

Jakarta, HanTer – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) akan memperketat pengawasan terhadap tempat-tempat pemotongan hewan, terutama daging unggas. Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari program keamanan pangan di sektor unggas yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Sri Mukartini mengatakan, pengawasan akan difokuskan oleh dinas-dinas pertanian dan peternakan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Alasannya, Jabodetabek merupakan wilayah yang memiliki angka komsumsi daging ayam tertinggi dibandingkan wilayah-wilayah lain di Indonesia.

“Seiring meningkatnya permintaan daging unggas di Indonesia kami ingin agar pemotongan unggas terkonsentrasi di beberapa lokasi di area Jabodetabek. Dengan demikian limbah dari rumah potong dapat diproses dan dimusnahkan dengan cara yang aman dan terkontrol,” kata Sri dalam peluncuran kampanye “Ayam Dingin Segar” di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Menurut Sri, kampanye ini dilakukan untuk menggugah peran masyarakat akan pentingnya mengkomsumsi makanan sehat. Karena pangan yang berasal dari unggas mudah rusak, dan berpotensi menularkan penyakit ke manusia. Adapun cara mencegahnya dengan proses pemotongan yang higienis dan sistem rantai dingin.

“Sistem rantai dingin bertujuan untuk menjaga kesegaran pangan, memperpanjang masa kedaluwarsa, dan juga untuk menjaga pangan terhadap kontaminasi dari bakteri,” paparnya.

Dari sisi produsen, Sri menjelaskan, rumah potong hewan harus memiliki izin dan proses pemotongannya sesuai aturan yang berlaku. Tempat yang sudah sesuai aturan, mulai dari tempatnya, alatnya, sampai produknya, dengan itu akan menghasilkan kebersihan lingkungan, kesehatan produk, dan kesehatan konsumen.

Sementara itu Chef Edwin Lau, Duta Pangan mengatakan, daging ayam merupakan makanan bernutrisi, berprotein tinggi, kaya vitamin (B2 dan B6), mineral (tembaga, fosfor, dan selenium) dan mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibanding daging sapi. Karenanya daging unggas merupakan sumber protein yang sangat baik untuk dapur keluarga Indonesia.

“Hal terpenting dalam memilih daging unggas adalah kesegaran dan bagaimana daging diproses,” jelasnya.

Menurut Edwin, ayam dingin segar adalah pilihan yang tepat. Ayam dingin segar, menurut Edwin, adalah daging segar yang diproses (dipotong, dibersihkan dan didinginkan) segera setelah penyembelihan. Karenanya rasa, aroma, dan kualitas asli daging tetap terjaga untuk diolah menjadi masakan terbaik bagi keluarga.

Ayam dingin segar juga mudah didapat dan praktis. Tersedia di banyak supermarket, minimarket, dan toko khusus yang memiliki fasilitas pendingin. “Anda bisa membeli ayam dingin segar kapan saja, simpan di kulkas, dan diolah seluruhnya atau beberapa bagian sepanjang minggu,” kata Edwin.

Edwin menambahkan, ayam dingin segar juga praktis untuk ibu bekerja yang seringkali tidak sempat untuk langsung memasak daging ayam setelah dibeli. Karena ayam dingin segar dapat disimpan untuk beberapa hari, selama tetap didinginkan. Kesegarannya dijamin selama 1-2 hari jika disimpan di kulkas pada suhu kurang dari 4°C dan hingga enam bulan jika dibekukan dengan suhu dibawah -18 °C.

Pemilihan yang tepat, penyimpanan yang baik, dan pengolahan yang tepat akan menghasilkan hidangan bekualitas yang akan berdampak positif bagi kesehatan seluruh anggota keluarga.

(Safari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s