[SRIWIJAYA POST] Pemerintah Dorong Masyarakat Konsumsi Daging Ayam

Kamis, 6 Oktober 2016 15:51

Ilustrasi, Seorang pedagang daging ayam di Pasar 16 Ilir Palembang saat tengah menunggu pembeli. Tampak Lapak pedagang yang sepi pembeli. (SRIPOKU/RAHMALYAH)

SRIPOKU.COM , JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar sosialisasi ayam dingin segar.

Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka program keamanan pangan di Indonesia dan mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi daging ayam sehat.

Menurut Direktur Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Kementan Sri Mukartini, kesadaran masyarakat atau konsumen terhadap produk pangan perlu ditingkatkan, salah satunya dengan sosialisasi ayam dingin sehat.

“Mengapa kita perlu ayam dingin segar? Karena pangan yang berasal dari hewan itu mudah rusak, dan berpotensi menularkan penyakit ke manusia. Cara mencegahnya dengan proses pemotongan yang higienis dan sistem rantai dingin,” ujar Sri di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Menurut Sri, sistem rantai dingin bertujuan untuk menjaga kesegaran pangan, memperpanjang masa kedaluwarsa, dan juga untuk menjaga pangan terhadap kontaminasi dari bakteri.

Dalam program kampanye ini, Sri berharap agar masyarakat dapat beralih dari mengkonsumsi ayam potong segar ke ayam dingin segar.

Dari sisi produsen, sri menjelaskan, rumah potong hewan harus memiliki izin dan proses pemotongannya sesuai aturan yang berlaku.

“Tempat yang sudah sesuai aturan, mulai dari tempatnya, alatnya, sampai produknya, dengan itu akan menghasilkan kebersihan lingkungan, kesehatan produk, dan kesehatan konsumen,” jelas Sri.

Ke depan, pihaknya akan melakukan sosialisasi rantai distribusi dingin kepada pelaku usaha rumah potong hewan dan pedagang pasar.

“Kami akan sosialisasi kepada para pedagang pasar agar menggunakan sistim rantai distribusi dingin dengan menggunakan cold storage,” jelasnya.

Atas hal tersebut, pemerintah akan menggalakkan program tugas pembantuan kepada para peternak besar melalui program tanggung jawab sosial (CSR) dengan memberi bantuan cold storage kepada pedagang.

“Sosialisasi ini berisi informasi bagaimana ayam dingin segar diproses dari rumah potong hingga ke meja makan, dan cara terbaik untuk memilih, menyimpan, dan mengolah ayam dingin segar,” paparnya.

Sosialisasi ayam dingin yang dilakukan Kementan dimulai awal Oktober 2016 hingga akhir Juni 2017.

Berdasarkan data Kementan, tingkat konsumsi daging ayam masyarakat Indonesia pada 2015 baru mencapai 9,15 kilogram per kapita per tahun.

Dibandingkan Malaysia, Indonesia kalah jauh karena negara tetangga itu mengkonsumsi ayam sebanyak 36 kilogram per kapita per tahun.

Penulis: Pramdia Arhando Julianto

Sumber: Sriwijaya Post/Tribun News Palembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s