By Dhenok Hastuti on 12-11-2016

Tadi pagi niatnya membuat sarapan yang gampang, sekedar untuk pengantar minum kopi. Seingatku masih ada kentang dan ayam. Tinggal goreng, cocol sambel, selesai. Meski bukan penggemar ayam, daging satu ini selalu tersedia di kulkas. Kebetulan salah satu anak meong, Naga Chan, oleh vet disarankan tak makan cat food pabrikan. Paling sering pilihannya ya daging ayam karena harganya lebih terjangkau dan mudah didapatkan. Dan sejak mendapat ‘ilmu’ tentang ayam dingin segar, memang ayam dari rantai dingin inilah yang jadi pilihan. Tapi niiih.. ada yang aneh. Kenapa daging ayamku terasa licin kulitnyaaaaa? 🙁

Buat yang mirip aku, lajang yang bukan tukang makan, bisa jadi mengalami hal yang sama, melupakan ketersediaan bahan makanan di kulkas. Tak hanya sekali dua kali. Sering. Sayuran yang menguning, jamu yang ber-gas, telor yang lewat tanggal kadaluarsa, keju yang menjadi sekeras batu, atau makanan matang yang sudah basi. Untuk daging sebetulnya relatif cepat dimanfaatkan. Beberapa waktu lalu (nah kan lupa berapa lama..) belanja ayam dingin segar dari sebuah supermaket yang membuat promo ‘harga khusus Senin-Kamis’. Jadilah belanja lebih banyak dari biasanya. Dan alhasil…tereeeng..terlalu lama tersimpan!

Baiklah. Tampaknya si saiyah perlu mencatat kembali masa simpan ideal makanan dan bahan makanan di dalam lemari pendingin. Dan ini dia panduan yang beberapa di antaranya kutemukan dari situs Dinas Peternakan Provinsi Jatim. Sepertinya perlu ditempelkan di pintu kulkas 🙂

dhenok-lama-menyimpan-produk-di-kulkas

 

Catatan lain khusus untuk daging

Daging merupakan produk pangan dari hewan yang mudah terkontaminasi bakteri. Karenanya mudah busuk dan rusak. Maka perlu diperhatikan tatacara penyimpanannya dan pemanfaatannya.

  1. Daging yang akan disimpan beberapa hari, suhu penyimpanan harus diturunkan hingga di bawah 4°C. Jika disimpan lebih lama lagi suhu penyimpanannya -18°C sampai -23°C
  2. Cuci bersih terlebih dahulu daging yang akan disimpan, lalu masukkan dalam kantung plastik.
  3. Untuk mengolah daging beku adalah dengan (1) mencairkan pada suhu air mengalir yakni ≤ 21°C, atau (2) meletakkan pada kulkas suhu non-freezer, atau memasaknya menggunakan microwave.
  4. Tidak dibenarkan mencairkan daging beku menggunakan air panas atau hangat.
  5. Saat proses pencairan, biarkan daging dalam keadaan terwadahi. Membuka plastik kemasan akan mengundang bakteri masuk.
  6. Daging beku yang sudah dicairkan tak disarankan untuk dibekukan kembali. Proses pembekuan kembali akan menghilangkan vitamin B, C, dan asam amino.
  7. Dari poin 6, disarankan untuk mengemas tiap daging dalam porsi sekali olah, sehingga yang tak diolah tak ikut dicairkan

Banyak ternyata yang perlu diperhatikan ya.. Di sini, ada yang melakukan banyak kesalahan? Kalau ada berarti setidaknya aku ada teman 🙂

Ah iya, satu hal lain terutama bagi yang tak banyak melakukan aktivitas masak memasak di rumah dan pelupa, sebaiknya (8) buat label, dan cantumkan tanggal produk disimpan dalam kulkas.

Sebuah tambahan saran dari kawan yang bergelut di bidang kuliner juga layak coba: sebelum menyimpan daging dalam kulkas, lumuri daging dengan cuka secukupnya, simpan dan tutup wadah tempat menyimpan daging dengan baik dan rapat; ketika akan dimasak tinggal lapisan cuka tinggal dicucui bersih.

Mari kita coba. Jangan lupa, kalau mau belanja daging ayam, cari daging ayam dingin segar. Kenapa? Karena ayam dingin segar diproses melalui rantai dingin, proses yang mempertahankan suhu dingin dari masa pemotongan hingga penyimpanan. Lebih lengkapnya baca di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s