Posted by Artwork of Winny Lukman on November 12, 2016

Weekend Yeay!!!!! Saatnya belanja bahan makanan untuk keperluan seminggu ke depan nih sekalian refreshing. Mmm…awal minggu menu utamanya ayam kali yah.  Arla, putri bungsu saya sangat suka makan nasi tim ayam. Tahu kan nasi tim ayam?

Jadi teringat kejadian waktu masih kerja kantoran.   Di suatu siang menjelang jam makan siang, teman saya yang lagi ngidam minta tolong sama office boy untuk membelikan nasi tim ayam. Beberapa menit kemudian si OB dengan pedenya datang membawa bungkusan berisi nasi…TIMBEL!

Masih terbayang wajah teman saya saat mengetahuinya. Hihihi, saya sih antara merasa kasihan dan senang karena akhirnya jadi rejeki saya bisa icip-icip nasi timbel ayam lengkap dengan lalab sambel yang pedas, maaf ya bumil.

 

ayam-dingin-segar02

Buat sang OB dan buat Anda yang belum tahu, jadi…nasi tim ini adalah nasi yang ditim (dikukus) bersama irisan daging ayam tanpa tulang dan jamur yang telah dibumbui bawang putih, minyak bawang, saus tiram dan kecap. Nasi berbumbu gurih ini bisa bikin selera makan putri kesayangan saya meningkat dua kali lipat biasanya!

Buat saya yang punya anak dalam masa pertumbuhan, menyediakan makanan yang disukai anak sekaligus kaya gizi itu penting banget dan kalau dibandingkan daging sapi, domba dan kambing, daging ayam ini punya komposisi mineral seperti kalsium dan fosfor paling tinggi loh, dua mineral yang penting untuk menunjang kesehatan gigi, tulang, ginjal, hati dan fungsi sistem saraf pusat.

Eh tapi daging ayam kan mahal ya. Iya sih, harga daging ayam di sejumlah pasar memang masih mahal pasca lebaran. Menurut yang saya baca di detikFinance, daging ayam dengan berat kurang lebih 1 kg masih dijual di kisaran Rp 35,000-40,000 per ekor. Kisaran harga yang masih dianggap wajar-wajar saja oleh Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN). Karena jika harga ayam hidup di kandang Rp 18,000/kg, hanya sebesar 68% bagian saja yang jadi daging dan dijual pedagang ke konsumen di luar jeroan. Di samping itu penentu harga lainnya juga adalah rantai panjang di mana setiap pedagang rata-rata mengambil untung Rp 1000-2000/kg.

Kalau saya sih, bukan cuma harga yang jadi pertimbangan dalam memilih daging ayam. Buat saya yang lebih penting adalah selalu memilih daging ayam dingin segar. Yakni daging ayam yang sejak dipotong sampai waktu disajikan disimpan pada suhu rendah, yakni dibawah 4 derajat celcius. Kenapa cobaaaaa?

Ya benar sekali! Karena daging ayam mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh perkembangan jasad renik berupa bakteri jika disimpan pada suhu diatas 4 derajat celcius. Kalau sudah rusak, ya nggak layak di konsumsi lagi. Selezat-lezatnya nasi tim ayam, kalau daging ayamnya nggak layak dikonsumsi jadi nggak bagus buat putri saya dong.

Nah, pentingnya memilih daging ayam yang layak konsumsi ini membuat saya hunting dulu ke tampat-tempat yang menjual daging ayam.Ternyata banyak juga supermarket-supermarket di Indonesia yang sudah menyediakan daging ayam dingin segar. Coba lihat foto yang saya ambil di sebuah supermarket ini, suhu display ayam diperiksa secara berkala. Wow! Keren kan?

ayam-dingin-segar-04

 

Tak ketinggalan mereka juga memajang sertifikat halal di sana. Kalau sudah begini, buat apa ragu memilih daging ayam dingin segar untuk keluarga Anda?

ayam-dingin-segar-03

Jangan lupa dishare artikel ini ya.

2 thoughts on “Weekend = Saatnya Belanja Ayam Dingin Segar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s