Oleh: Winny Lukman

Saya termasuk istri yang rada lebay jika berkaitan dengan makanan buat suami tercinta.  Dikarenakan suami bekerja di luar kota kami hanya bertemu seminggu sekali, pastinya saya harus sering kepoin suami melalui telpon: makan apa hari ini?  hati-hati makanannya dijaga.  Ke-lebay-an dan ke-kepo-an tingkat tinggi untuk memastikan agar makanan yang masuk ke perut suami memenuhi kriteria sehat bwahahaha!  Eh tapi ini sama sekali tidak berkaitan dengan kekhawatiran perut suami semakin maju ke depan loh wkwkwk!

Sebagai pelaku LDM alias Long Distance Marriage, di saat weekend biasanya saya punya kekuasaan penuh untuk menentukan makanan yang suami makan.  Sebagai contoh, kalau ada pilihan menghidangkan lauk pauk digoreng atau dipepes, tentu saja saya akan memilih lauk pauk yang dipepes.  Mengurangi penggunaan minyak dalam masakan termasuk gerakan makan sehat yang sedang saya terapkan di keluarga saya.  Makanan yang dipepes kan tidak memerlukan minyak terlalu banyak.

Syukurlah, suami memang penyuka pepes-pepesan, terutama pepes ayam.   Nggak suami sih yang anak-anak saya juga penggemar pepes ayam.  Faktanya kami sekeluarga memang penggemar masakan yang dibungkus daun.  Apapun masakannya, kue-kue maupun lauk pauk, jika dibungkus daun pasti akan lebih enak hasilnya.  Apalagi pepes buatan sendiri.

ayam-dingin-segar-15

Kesulitan membuat pepes biasa pada saat membungkusnya.  Seringkali bumbu-bumbu meleber ke luar.  Sebenarnya ini bisa disiasati dengan memakai daun pisang batu sebagai pembungkus.  Tapi kalau nggak dapat daun pisang batu, carilah daun pisang yang ukurannya lebar.  Tinggal bersihkan kedua sisinya dengan lap bersih lalu panggang di atas api untuk membuat daun menjadi lemas sehingga mudah dibentuk.  Gunakan dua helai daun untuk satu pepes, namun pastikan letak kedua helai tadi bagian dalamnya harus saling menempel.  Cara menentukan bagian luar dan dalam gampang, bagian luar daun biasanya warnanya lebih gelap.

Mengapa daun ini penting? Wangi daun sangat berpengaruh pada kelezatan pepes.  Kalau anak-anak saya sih paling suka pepes ayam yang setelah dikukus lalu dibakar.  Hasil olahan daging ayamnya jadi nggak terlalu basah dan ada wangi bakaran saat disantap.   Aduuuuh kok jadi laper ya membayangkannya.

Nah, untuk membuat pepes ayam yang enak, pilihlah daging ayam dingin segar, karena ayam yang kurang segar akan mengeluarkan aroma tak sedap walaupun kita sudah memakai banyak bumbu.

Seorang teman pernah bertanya pada saya, lebih baik menggunakan ayam organik atau ayam dingin segar?

ayam-dingin-segar-16

Nah, itu adalah hal yang berbeda.  Ayam yang menyandang atribut organik berarti selama dalam pemeliharaan, pakannya bersifat alami, dari tumbuhan yang bebas pupuk dan pestisida kimiawi.  Begitu pula dengan lingkungan tempat ayam dipelihara, harus bebas dari polusi.  Maka tak heran ayam yang 100% organik pasti harganya tinggi di pasaran.

Lalu apa itu ayam dingin segar? Yaitu daging ayam yang sejak dipotong sampai waktu disajikan disimpan pada suhu rendah, yakni dibawah 4 derajat celcius.

Ada nggak ya, ayam organik yang juga merupakan ayam dingin segar? Ada banget!  Saya pernah lihat kok ada swalayan yang menjual ayam kampung organik. Dijual satu ayam utuh, jadi agak susah kalau kita ingin pahanya saja atau dadanya saja (padahal kalau buat pepes bagian ini yang jadi rebutan).

Tidak seperti ayam negeri non organik kan, yang kita bisa memperoleh 20 buah paha tanpa harus membayar harga 10 ekor ayam?  Kenapa demikian coba? Iya, karena ayam negeri non organik pasokannya relatif lebih melimpah jadi harganya pun akan lebih ekonomis.

 

ayam-dingin-segar-17

So, atribut apapun yang melekat pada daging ayam pilihan Anda, organik maupun bukan organik, ayam negeri maupun ayam kampung, pastikan Anda tetap memilih ayam dingin segar sebagai salah satu bentuk cinta Anda pada keluarga.

Nah, jangan lupa share artikel ini ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s