Oleh: Winny Lukman

Siapa sih yang nggak suka ayam goreng tepung crispy? Penggemar ayam pasti menyukainya.  Dimakan panas-panas dengan saos sambal…hmmm.

15400993_10210192030590995_3649536836765072902_nAyam goreng tepung banyak dijual di mana-mana, dari mulai restoran-restoran siap saji yang besar hingga gerobak di pinggir-pinggir jalan.   Nah, pernah nggak Anda coba bikin ayam goreng tepung sendiri?

Bikin sendiri pasti lebih puas dong! Selain bisa disesuaikan dengan selera, lebih hemat dan tentu saja jauh lebih sehat, karena minyak yang digunakan pasti selalu minyak baru.  Dan yang paling penting, bahan-bahannya pun merupakan bahan-bahan pilihan.

Susah nggak bikin ayam goreng tepung sendiri?

Menurut pendapat saya sih, susah-susah gampang.  Masalah yang saya hadapi, ayam goreng tepung buatan saya sering terdapat bercak-bercak merah.  Bikin hilang selera untuk memakannya.  Anak-anak dan suami sih nggak pernah komplain.  Tapi kemungkinan besar sih cuma untuk menghargai effort memasak saya saja hihihi.

Penasaran juga, kenapa ayam goreng tepung yang dijual di gerai-gerai makanan nggak berbercak merah.  Awalnya kepikiran, jangan-jangan karena proses menggoreng yang salah, karena kalau di restoran besar biasanya kan menggunakan deep fryer untuk menggoreng.

Dengan alat ini otomatis ayam goreng tepung yang dihasilkan akan lebih renyah dan matang merata hingga ke dalam tulang, bukan?

Dari hasil googling, untuk menghasilkan ayam goreng tepung crispy sekelas restoran, pada saat proses penggorengan tidak bisa tidak, daging ayam harus terendam seluruhnya di minyak yang panasnya stabil.  Selain itu minyak untuk menggoreng ayam goreng tepung crispy nggak boleh terlalu panas karena bisa bikin tepung cepat kering sementara bagian dalam ayam belum matang sempurna.

Jangan coba-coba deh goreng ayam crispy dengan api yang kecil, bakalan bikin ayam malah jadi berminyak!  So, apinya harus paaaaas banget.

Well, walapun nggak menggunakan deep fryer, teknik api stabil dan minyak banyak sudah saya diterapkan, tapi kok tetap saja bercak merah bermunculan ya.

Setelah saya berguru sana-sini, ternyata penyebabnya bukanlah proses menggoreng yang salah, melainkan saat memotong ayam.  Potongan ayam tidak pas di bagian sendi-sendinya, sehingga ketika digoreng darah pada tulang keluar mengotori daging.

Wah, wah, wah, ternyata memotong ayam juga ada tekniknya ya.

Selama ini, saya sih lebih sering menggunakan bagian sayap atau paha untuk membuat ayam goreng tepung crispy, karena bagian ini jika digoreng akan lebih mudah matang.  Jikapun menggunakan bagian dada, saya biasanya menggunakan dada yang sudah dibuat fillet, tinggal saya buat potongan besar tipis-tipis sebelum dicelupkan ke campuran tepung bumbu.  Dada fillet akan lebih cepat matang dan rasanya juga lebih gurih, jika dibandingkan jika menggunakan potongan dada mentok yang besar-besar.  Pokoknya BIG NO deh sama dada mentok, anak-anak nggak terlalu suka, kurang maknyos kata mereka.

ayamdinginsegarcrispy3

O ya memotong dada fillet tentu saja nggak sesulit memotong daging ayam utuh yang harus pas di bagian sendi-sendinya.  Paling yang harus dipelajari adalah bagaimana membuat macam-macam potongan dada ayam fillet disesuaikan dengan peruntukkan masakannya.  Misalnya potongan besar untuk membuat chicken katsu, potongan kecil untuk membuat tumisan ayam, dan potongan panjang untuk membuat chicken stick.  Untuk lebih jelasnya bisa melihat gambar berikut ini.

ayam-dingin-segar-05

Kembali ke proses pembuatan ayam crispy yang enak.  Sudah pada tahu tips agar ayam goreng tepung bisa crispy, renyah, kriuk-kriuk seperti yang dijual di restoran?

Ulala, ternyata rahasianya ada pada campuran air dan ketebalan tepung!

Campuran tepung bumbu siap pakai dan air jangan terlalu kental, tingkat keencerannya mirip-mirip dengan adonan tepung untuk membuat pisang goreng.  Selain itu lapisan tepung jangan telalu tebal, cukup satu kali balut saja.  Tepung yang terlalu tebal justru akan membuat ayam tidak kriuk-kriuk lagi.

ayamdinginsegarcrispy2

O ya penggunaan bahan yang berkualitas dapat menambah kelezatan ayam goreng tepung crispy yang Anda buat loh.  Kalau saya sih selalu memilih menggunakan daging ayam dingin segar.  Yakni daging ayam yang sejak dipotong sampai waktu disajikan disimpan pada suhu rendah, yakni dibawah 4 derajat celcius sehingga kondisi daging ayam tetap segar hingga waktunya diolah.  Rasa ayam goreng tepung crispy akan lebih lezat dan tentu saja maknyooooos karena dibuat dari daging ayam yang segar.

Nah, selamat mencoba dan bereksperimen.  Jangan lupa artikel ini dishare ya!

Tautan: https://winnylukman.com/2016/12/15/tips-membuat-ayam-goreng-tepung-crispy/

One thought on “Tips Membuat Ayam Goreng Tepung Crispy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s