Oleh: Dhenok Hastuti

Dulu, jauh sebelum mengenal berbagai macam ayam –termasuk proses ayam dingin segar, daging ayam yang kukenal adalah dari ayam kampung. Ayam yang dipelihara dari kecil bahkan dari telor menetas, yang ketika sudah cukup umur dapat dipotong untuk dikonsumsi. Masakan berbahan daging ayam biasanya dibuat pada momentum yang istimewa. Misalnya ada kunjungan keluarga jauh atau perayaan hari besar seperti Lebaran dan Natal. Salah satu masakan istimewa itu adalah Ayam Bumbu Rujak.

blog-dhenok-hastuti-ayam-bumbu-rujak

Ya, masakan ini selalu mengingatkan pada masa kecil. Makan daging ayam sesekali saja. Itu pun kalau ada ayam kedapatan sakit. Sebelum sakit berlanjut atau malah mati, didhisiki, potong! Syukur Alhamdulillah Puji Tuhan, kok ya kami tak ada yang sakit karena makan daging ayam tak sehat hehehe.. Yang lebih mengerikan lagi adalah ketika kudu mengikuti prosesi itu. Prosesi potong ayam! Siapa pun yang lagi ada di rumah akan ketiban tugas untuk memegang leher si ayam, sedangkan bapak yang bertugas sebagai algojo. Di masa itu belum ada pedagang ayam potong di kampung halaman. Kalau sekarang, mendapatkan daging ayam lebih mudah dan banyak pilihan. Pastinya termasuk ayam dingin segar yang diproses melalui rantai dingin.

Ayam Bumbu Rujak sendiri aku tak tahu persis berasal dari daerah mana. Masakan ini cukup familiar untuk masyarakat Jawa Timur. Selain menjadi bagian dari masakan rumahan, menu ini pun dapat ditemukan di berbagai rumah makan, baik yang berskala kecil maupun besar. Dan di keluargaku, tradisi menyuguhi kerabat dengan olahan Ayam Bumbu Rujak ini masih berlaku hingga kini. Anehnya, meski bukan penyuka daging ayam, tiap kali pulang kampung dan kakakku membuatkan menu ini, selalu tandas. Biasanya akan kupilih bagian yang banyak tulangnya. Terasa nikmat untuk digigit dan dihisap. Ada rasa pedas yang kental, dengan semburat gurih-manis-asem. Tentu saja bagi yang suka atau sebaliknya kurang suka dengan rasa-rasa ini bisa mengurangi atau menyesuaikan dengan keinginan lidahnya. Nah, si saiyah yang tak pintar memasak dan sesungguhnya bukan penyuka ayam ini, berniat untuk menjajalnya. Bisa dijadikan santapan tak biasa di Natal atau Tahun Baru nanti. Pilihannya ya ayam yang tulangnya enak buat dikremus-kremus: sayap. Tak lupa, pilihannya ayamnya juga ayam dingin segar.

Uji coba masakan dilakukan Hari Minggu kemarin, di dapur Ibu Meong. Berhubung tak ingin ketahuan alat-alat masaknya yang ala kadarnya, maka gambar yang ditampilkan hanya bahan dan hasil jadinya saja 🙂 Ah iya, resepnya tentunya tak kukarang sendiri. Minta contekan ke kakak dengan beberapa penyesuaian 🙂

Ini dia bahan-bahannya….

Bahan utama:

*Sayap ayam 1 kg

Bumbu:

  1. Bawang merah 8 butir.
  2. Bawang putih 4 siung.
  3. Cabe merah 2 buah; lebih bagus menggunakan cabe tanjung agar merahnya lebih mencrang.
  4. Cabe rawit besar 20 buah; ada yang suka menggunakan cabe keriting.
  5. Kemiri 3 butir, sangrai sebentar.
  6. Terasi ½ sdt.
  7. Garam 2 sdt.
  8. Gula merah, sisir jadi kira-kira 2 sdt.
  9. Air asam jawa 2 sdm; siapkan juga air asam untuk melumuri ayam sebelum dimasak.
  10. Santan kental 500 ml.
  11. Santan cair 300 ml.
  12. Daun jeruk 3 lbr.
  13. Serai 2 batang; gunakan bagian putihnya saja, geprek bagian pangkalnya.
  14. Lengkuas 1 ruas.
  15. Minyak goreng 1 sdm; yang baru, jangan bekas ikan asin-apalagi jengkol 🙂

Cara membuat:

  1. Untuk yang menggunakan bahan daging, potong sesuai selera lalu cuci bersih. Campur air asam untuk lumuran dengan garam, lumurkan pada daging ayam. Biarkan meresap dengan mendiamkan selama sekitar setengah jam.
  2. Haluskan bumbu: cabe merah, cabe rawit atau keriting (versiku: setengah bagian dibiarkan utuh, setengahnya diuleg), bawah putih, bawang merah, dan kemiri.
  3. Tumis bumbu halus dengan api kecil.
  4. Setelah tercium harum bumbu, tambahkan serai, daun salam, dan daun jeruk.
  5. Masukkan santan encer. Didihkan, dilanjutkan dengan memasukkan daging ayam. Campur dan aduk pelan secara berkala. Jangan sampai santannya pecah.
  6. Setelah mendidih dan daging setengah matang, masukkan santan kental bersama dengan terasi, air asam, gula merah, dan garam. Masak dengan api kecil hingga daging ayam benar-benar matang.

Ayam Bumbu Rujak siap dihidangkan! Jadi dah Ibu Meong Natalan! 🙂

blog-dhenok-hastuti-ayam-bumbu-rujak-siap-saji

Ayam Bumbu Rujak sudah mengalami banyak modifikasi. Entah yang original yang seperti apa. Sepengenalanku, masakan Ayam Bumbu Rujak berkuah cukup banyak. Namun pada tempat lain kutemukan menu ini disajikan dengan kuah yang menjadi semacam saus. Ada pula yang tanpa menggunakan santan. Bisajadi karena pilihan rasa, bisa pula pertimbangan kesehatan. Untuk rasa pedas, dapat dikatakan Ayam Bumbu Rujak khas Jawa Timur adalah bercita rasa pedas. Mungkin untuk memenuhi selera konsumen yang lebih luas, dibuat Ayam Bumbu Rujak versi tak pedas. Semata menggunakan cabe merah besar, sedikit memerahkan kuah tapi tak berasa pedas. Atau dari sisi bahan utama, daging ayam digoreng terlebih dahulu, baru dimasukkan ke dalam kuah yang sedang mendidih. Ada pula yang memanggang ayam yang sudah jadi masakan. Rupa-rupa cara orang menikmati makanan berbahan ayam ini. Owh.. bahan utamanya tentu bisa diganti. Misalnya dengan ikan, telor, atau aneka sumber protein nabati.

Selamat mencoba dan jadikan masakan tradisional ini sebagai salah satu menu Natal atau Tahun Baru Anda. Jangan lupa..bicara soal ayam, seperti masakan lainnya, daging ayam sebagai bahan utama Ayam Bumbu Rujak ini pun pastinya akan selalu disarankan untuk memilih yang berkualitas baik. Sehingga hasilnya pun nikmat. Yuk pilihnya Ayam Dingin Segar.

 

Ikuti cerita-cerita seru soal ayam dingin segar dan aneka kuis berhadiah menarik di FanPage FB dan Web Ayam Dingin Segar.

Tautan: http://dhenok.net/ayam-bumbu-rujak-untuk-menu-natal-atau-tahun-baru/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s