Oleh: Triani Retno

Disadari atau tidak, ada banyak mitos di sekitar kita. Karena terbiasa mendengarnya, kita kerap menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.

Berikut ini 8 mitos tetang makanan yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari.

milkshake-dan-mitos-tentang-makananMitos 1. Minum air es ketika hamil membuat janin menjadi gemuk

“Eehh… kalau lagi hamil jangan minum air es. Ntar gemuk, lho. Susah ngelahirinnya.”

Pernah dengar kalimat serupa itu? Tak sedikit ibu hamil yang patuh begitu saja. Padahal, itu tak sepenuhnya benar. Yang membuat gemuk bukan minum air esnya, melainkan apa yang ada di dalam air es itu. Kalau hanya air putih dingin, tidak masalah.

Masalahnya, kita senangnya minum air es yang sudah berupa es cendol, es teler, milkshake cokelat, dan sebagainya. Gula dan karbohidrat dalam minuman itulah yang membuat gemuk, bukan air esnya.

Mitos 2. Makan kelapa parut menyebabkan cacingan

“Jangan makan kelapa parut! Nanti cacingan baru tau!”

Tak sedikit orang tua yang melarang begitu. Mitos ini muncul karena kelapa tua yang sudah diparut bentuknya mirip cacing kremi.

Cacingan sendiri terjadi karena kebiasaan yang tidak bersih. Habis bermain atau memegang binatang, langsung menggunakan tangan untuk makan tanpa mencucinya terlebih dulu. Kalau tangan dan makanan kita bersih, tenang saja deh.

Mitos 3. Menelan biji jeruk, nanti akan tumbuh pohon jeruk.

Anak-anak kecil kerap takut akan tumbuh pohon dari dalam tubuhnya jika tak sengaja menelan biji buah-buahan seperti jeruk dan semangka. Parahnya, orang tua pun suka menakut-nakuti sehingga mitos ini semakin subur.

Faktanya, tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk bisa tumbuh. Bukankah di dalam tubuh kita tidak ada matahari?

Mitos 4. Daging ayam yang bagus adalah yang dihinggapi lalat.

Bukan baru sekali ada kabar tentang daging ayam berformalin dijual bebas di pasar (tradisional dan modern). Jelas meresehkan, dong. Siapa pun tahu bahaya formalin bagi kesehatan, dari mengakibatkan diare hingga memicu kanker.

Lalu, ada yang memberikan tips. Jika akan membeli daging ayam, perhatikan apakah ada lalat yang mengerubungi. Jika ada, berarti daging ayam itu tidak pakai formalin. Lalat tidak mau hinggap pada daging ayam yang berformalin.

Di satu sisi, tips tersebut terdengar benar. Faktanya, tidak aman membeli daging ayam yang sudah dihinggapi lalat.

Idealnya, setelah dipotong daging ayam harus berada dalam suhu di bawah 4 derajat Celcius. Kondisi dingin tersebut dipertahankan sampai daging ayam dingin segar akan dimasak. Mengapa demikian?

Pertama, dalam suhu ruang, bakteri akan mulai berkembang biak empat jam setelah ayam dipotong. Bukan hanya satu-dua bakteri, melainkan jutaan bakteri.

Kedua, lalat membawa bakteri dari mana-mana. Ketika ia hinggap di daging ayam, bakteri-bakteri itu pun akan hinggap di sana.

Ketiga, bakteri tidak bisa berkembang biak pada suhu di bawah 4 derajat Celcius. Dengan demikian, ayam dingin segar justru lebih higienis. Namun, perlu diperhatikan: pendinginan dilakukan sesegera mungkin setelah ayam dipotong. Bukan sore hari ketika daging ayam telah berjam-jam berada di udara terbuka.

Ingin tahu lebih banyak tentang ayam dingin segar? Klik di sini, ya.

Mitos 5. Timun menyebabkan keputihan

timun-dan-mitos-tentang-makanan“Eh, perempuan jangan makan timun. Ntar keputihan, lho.”

Pernah mendapat larangan seperti itu lalu tak jadi makan timun? Nutrifood Research Center menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara makan timun dengan keputihan. Hal ini diungkapkan dalam buku Buka Fakta 101 Mitos Kesehatan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Keputihan sendiri disebabkan oleh infeksi (parasit, jamur candida, bakteri, virus) dan kebersihan yang kurang terjaga (cara membilas setelah BAB dan BAK yang tidak benar, jarang berganti celana dalam).

Mitos 6. Banyak makan wortel supaya mata sehat

Wortel memang kaya dengan vitamin A (betakaroten) yang bagus untuk kesehatan mata. Namun, bukan berarti kita boleh makan wortel sebanyak-banyaknya.  Terlalu banyak betakaroten dalam tubuh justru bisa membuat tubuh mengalami gangguan metabolisme. Begitu kata ilmuwan-ilmuwan dari Ohio State University.

Kalau kata Kak Rhoma, “sedang-sedang saja”. Tidak terlalu banyak tapi juga tidak kekurangan.

Mitos 7. Jangan makan telur, nanti bisulan!

Ada, lho, orangtua yang melarang anak-anaknya makan telur. Katanya supaya tidak bisulan. Padahal, telur mengandung banyak protein dan asam amino esensial yang bagus untuk pertumbuhan.

Bisulan bukan karena makan telurnya, melainkan karena tubuh hipersensitif atau alergi pada makanan tertentu (misalnya telur, ikan laut, udang, dan selai kacang). Salah satu reaksinya adalah bisulan itu.

Mitos 8. Makan mangga muda supaya tidak mual ketika hamil

Yang namanya hamil muda, wajar jika merasa mual bahkan muntah. Hal ini terjadi karena ada perubahan hormon di dalam tubuh ibu hamil. Lidah pun terasa asam atau pahit jadinya.

Pada beberapa ibu, makan mangga muda mungkin bisa menghilangkan rasa mual. Namun, pada sebagian ibu lainnya justru berbahaya. Asam dari mangga muda itu bisa mengiritasi lambung. Akan berbahaya jika ibu memiliki penyakit maag. Makanan yang asam-asam, kan, dipantang bagi penderita sakit maag.

Untuk mengatasi rasa mual itu, cobalah mengonsumsi biskuit, sayuran yang sudah dikukus atau direbus, dan buah yang kaya serat (tetapi tidak asam).

Hm… selain 8 mitos itu, ada mitos apalagi ya tentang makanan? Mungkin di daerahmu ada mitos-mitos lainnya?

Tulisan asli: http://bit.ly/2itv0X4

One thought on “8 Mitos tentang Makanan di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s