Oleh: Winny Lukman

Mendekati tahun baru Imlek tanggal 28 Januari, postingan foto-foto di Pasar Semawis menghiasi wall beberapa teman saya yang tinggal di Semarang.  Ah, atmosfer Imlek memang terasa sangat kental di Semarang terutama di Pasar Semawis, yakni pasar malam di daerah pecinan Kota Semarang. Pernak-pernik Imlek seperti hiasan lampion merah, warna yang bagi orang Tionghoa melambangkan kebahagiaan dan rejeki bisa ditemui sepanjang pasar.

Bagi saya, yang pernah cukup lama tinggal di Semarang, saat Imlek seringkali membuat saya terkangen-kangen pada kota yang heterogen ini.   Beberapa sahabat baik saya yang keturunan Tionghoa seringkali mengajak saya mengunjungi Pasar Semawis menjelang Imlek.  Untuk apa lagi kalau bukan untuk berwisata kuliner.  Aneka kuliner khas Semarang maupun peranakan bisa ditemukan di sini.

ayamoh2
Image diambil dari : bisniswisata.co.id

Walaupun bukan keturunan Tionghoa, perayaan Imlek selalu menarik bagi saya.  Biasanya mall-mall besar di Bandung didekorasi meriah dengan warna merah dan emas.  Seni Barongsay juga kerap kali dipertunjukkan di beberapa Mall, sungguh sangat asyik untuk dinikmati.

080216-RHN-BISNIS-17-BARONGSAI
Image diambil dari : bandung.bisnis.com

Hmm…sebagai seorang pecinta kuliner, tentu saya masakan Imlek tak luput dari perhatian saya.  Budaya Tionghoa dan Indonesia saling mempengaruhi dan menghasilkan sedikit perbedaan pada tiap masakan Imlek.  Menarik!

Salah satu sajian Imlek yang sudah disesuaikan dengan budaya Indonesia adalah menu Ayam Oh atau Ayam O atau ayam hitam yang bumbunya menggunakan tauco dan kecap.  Seperti halnya makanan Imlek lainnya yang kaya akan filosofi, tauco atau kecap ini melambangkan warna tanah yang memberikan penghidupan.  Di Indonesia, kecap yang digunakan biasanya kecap manis.  Sedangkan di Cina adalah kecap asin dan kecap ikan.

Penggunaan kecap manis ini sangat Indonesia, alias cerminan budaya Jawa.  Masakan Cina sangat jarang menggunakan bahan manis dan bumbu rempah yang kuat.  Kebanyakan masakan Cina berbumbu ringan dan didominasi oleh bawang putih.

Ayam Oh ala Indonesia ini sudah pasti pas di lidah saya yang Indonesia banget.  Ayam empuk dengan bumbu gurih manis disajikan dalam kuah yang segar, dimakan selagi hangat.  Nyam!

Penasaran ingin mencoba Ayam Oh?  Gampang kok, Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah.

Berikut adalah resep Ayam Oh yang saya modifikasi dari resep di blog Kiyanti2008’s Weblog.

Bahan-bahan yang diperlukan :

1 ekor Ayam Dingin Segar, cuci dan potong-potong (bisa juga dibuang kulitnya)

Rebung kalengan secukupnya, potong-potong dan rebus sebelum digunakan (bisa dihilangkan apabila tidak suka rebung dan ganti dengan wortel).

3 buah kentang, cuci dan potong-potong besar

2 sendok makan tauco, haluskan

6 siung bawang merah, kupas dan iris halus

6 siung bawang putih, kupas dan geprak

1 ruas jahe, kupas dan iris tipis

2 sendok makan kecap manis

Merica secukupnya

Garam kalau perlu karena biasanya tauco sudah terasa asin

1 sendok teh gula pasir

Minyak wijen secukupnya

2 sendok makan minyak goreng

2 liter Air

2 helai bawang daun cuci dan iris halus.

Cara Membuatnya :

Panaskan minyak dan tumis bawang merah dan putih serta jahe hingga wangi.

Masukkan tauco dan minyak wijen. Tumis sampai harum

Masukkan ayam dingin segar, rebung dan kentang

Beri kecap dan tumis sampai rata hingga ayam berubah warna

Tuangkan air

Bumbui dengan merica dan gula. Jika kurang asin tambahkan garam.

Masak sampai ayam dan kentang empuk.

Masak Oh ini harus banyak kuahnya, kalau kurang air tambah lagi. Cicipi sampai rasa pas.

Sebelum api dimatikan masukkan irisan bawang daun. Hidangkan panas-panas.

Image diambil dari : kiyanti2008.wordpress.com

Tips :

  1. Ayam Dingin Segar dapat diperoleh di pasar-pasar modern (mall, supermarket, dan lain-lain), outlet khusus penjual daging ayam, dan pasar tradisional yang penjualnya sudah menerapkan proses dingin.
  2. Belilah Ayam Dingin Segar sesuai dengan kebutuhan. Segera olah sebelum batas akhir masa simpan, agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
  3. Kalau sekiranya daging ayam harus direbus cukup lama hingga mencapai keempukan yang diinginkan, kentang lebih baik dimasukkan setelah ayam empuk, supaya tak hancur.

Selamat mencoba!

Tulisan asli: http://bit.ly/2jsdTrA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s