Sebagian masyarakat dunia saat ini makin peduli terhadap makanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Mereka ingin tahu dari mana makanan mereka berasal, bagaimana makanan itu diolah, dan sebagainya.

Keluarga McPhetridge di Zebulon, sebuah kota di Wake County,North Carolina, Amerika Serikat, melihat hal ini sebagai peluang bisnis. Mereka menjalankan sebuah perusahaan bernama Rent the Chicken, yang sesuai dengan namanya, bergerak dalam bidang penyewaan ayam.

Sewa ayam? Betul. Rent the Chicken memberikan layanan penyewaan ayam dengan tujuan membantu orang mendapatkan sumber makanan yang lebih dekat dengan mereka.

Layanan ini bisa jadi terlihat mahal. Bayangkan saja, penyewa harus mengeluarkan dana 400 dolar Amerika untuk dua ekor ayam dan 600 dolar untuk empat ekor. Masa sewanya adalah enam bulan. Tapi bukan ayam saja yang didapat penyewa, melainkan juga kandang ayam portable, wadah makan dan minum ayam, makanan yang jumlahnya disesuaikan dengan masa penyewaan, serta buku petunjuk.

Foto: Rent the Chicken

Tambahan lainnya tentu saja telur. Ya, penyewa berhak mengonsumsi telur dari ayam-ayam yang mereka sewa. Lumayan lho, rata-rata tiga butir telur segar dapat dihasilkan oleh dua ekor ayam betina setiap dua hari.

“Ini bukan soal telur saja, melainkan tentang mendapatkan pengalaman. Banyak orang merasa canggung untuk memelihara ayam pada awalnya, sehingga cara ini memberikan mereka kesempatan untuk mencobanya tanpa merasa harus terikat pada komitmen, untuk melihat apakah memelihara ayam adalah sesuatu yang cocok mereka kerjakan dalam jangka panjang,” kata Joni McPhetridge.

Di akhir masa sewa, banyak orang yang justru jadi ingin memiliki ayam. Para penyewa merasa tumbuh ikatan dengan ayam-ayam itu setelah memeliharanya selama setengah tahun.

Bisnis rental ayam keluarga McPhetridge yang sudah berjalan sejak 2013 ini berkembang pesat. Kini, Joni dan keluarganya telah memiliki 34 outlet di seluruh negeri.

Ayam yang mereka sewakan berasal dari jenis Barred Rock yang sudah populer sebagai ayam organik. Mereka dikembangkan di tempat terbuka dan hanya diberi sedikit biji-bijian, tanpa hormon tambahan. Selebihnya, ayam-ayam itu makan cacing dan serangga.

Ayam jenis Barred Rock yang dikembangkan di peternakan milik keluarga McPhetridge (Foto: News Observer)

Keluarga  McPhetridge mengembangbiakkan ayam-ayam dengan gaya free-range begini di tanah milik keluarga mereka. Mereka juga berencana memperluas bisnis ini dengan menjadikan lahan milik mereka sebagai kawasan agrikultur berbasis masyarakat.

Keren, ya? Di Indonesia sudah ada belum yang begini?

 

Sumber: News Observer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s