Hmmm, sudah lama ya kita tahu kalau daging putih, seperti ayam atau ikan, banyak dipilih sebagai bahan makanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi olahragawan. Dada ayam panggang tanpa kulit yang dipanggang adalah salah satu yang disebut-sebut sebagai pilihan terbaik. Ini adalah sumber protein terkaya untuk atlet karena mengandung sangat sedikit lemak dan karbohidrat.

Seporsi dada ayam seberat tiga ons, menurut  Academy of Nutrition and Dietetics, menyediakan sekitar 27 gram protein. Ayam merupakan sumber protein yang lengkap, yang artinya mengandung semua kebutuhan harian tubuh mereka terhadap asam amino esensial.

Lalu, siapa saja, sih, atlet dunia yang memasukkan ayam ke dalam menu dietnya sehari-hari?

Nicola Adams, petinju, Inggris Raya

Nicola Adams (Sumber: Pinterest UK)

Boxer ini biasanya memilih nasi dengan ayam dan sayuran untuk makan siangnya. Kadang-kadang, untuk makan malam pun dia makan ayam. Makanan favoritnya? Chicken Fajita.

Di luar ayam, Nicola juga menghabiskan semangkuk sereal untuk sarapan dan semangkuk sup ditemani roti untuk makan malam. Tak ketinggalan es krim dengan dua rasa favoritnya: stroberi dan vanila.

Jumlah kalori yang dia konsumsi dengan menu hariannya ini sekitar 2.500-3.000.

Usain Bolt, pelari cepat, Jamaika

Usain Bolt (Sumber: Fit and Health)

Ini dia atlet yang sangat suuukaaa… makan ayam. Menu sarapannya? Chicken nugget dan sayap ayam.

Hah, seriusan? Chicken nugget? Yups! Konon, selama mengikuti Olimpiade Beijing 2008, si Manusia Tercepat di Dunia ini menyantap 1.000 potong nugget ayam karena tak cocok dengan makanan lokal yang disediakan. Tiap hari, dia menjadikan 5 kotak isi 20 potong nugget ayam sebagai “bahan bakar”-nya dalam berlari.

Ck, ck, ck… Apa karena itu ya, Usain mampu meraih emas dalam nomor 100m, 200 m, dan 4x100m relay pada olimpiade saat itu?

Buat menu makan siang pun lagi-lagi Usain memilih ayam. Pilihannya adalah dada ayam dan pasta. Sementara untuk makan malam, biasanya Usain mengonsumsi nasi dan kacang-kacangan, plus daging babi.

Usain juga masih memasukkan makanan tradisional Jamaika ke dalam menu kesehariannya, yakni makanan berbahan dasar buah ackee dan saltfish, dimakan bersama kue bola, pisang goreng, dan ubi manis.

Diet Usain ini  mesti mencapai 60 persen protein, 30 persen karbohidrat, dan 10 persen lemak. Dia juga mengonsumsi vitamin C untuk suplemen. Kalori yang dia konsumsi? Sekitar 5.500 per hari.

Mo Farah, pelari cepat, Inggris Raya

Mo Farah (Sumber: Pinterest)

Bagaimana dengan menu pelari cepat kelas dunia lainnya? Mo Farah yang asal Inggris ternyata juga memilih ayam untuk menu makan siangnya. Ayamnya dipanggang, dimakan bersama pasta dan sayuran kukus.

Menu ini dia ulang untuk makan malam. Sementara untuk sarapan, dia lebih suka minum kopi dan makan sereal.

Kalori yang dia konsumsi lebih dari 3.000 per hari.

Juan Mata, pesepakbola, Inggris Raya

Bintang Manchester United yang asli Spanyol ini sudah enam tahun tinggal di Inggris, tapi ada satu hidangan khas Inggris yang sampai sekarang tidak bisa dia kompromikan dengan lidahnya: fish and chips. Makanan lainnya, sih, doyan-doyan saja, misalnya Sunday Roast (biasanya terdiri atas daging dan kentang panggang, bersama sayuran) dan pie daging sapi.

Juan Mata, gelandang MU (Sumber: Pinterest)

Nah, khusus untuk mempersiapkan tubuhnya guna menghadapi pertandingan, Mata memilih makan daging ayam, dengan pasta dari beras merah, keju Parmesan, minyak zaitun, pisang, dan kopi. Semuanya ini sudah jadi santapan rutin Mata sebelum pertandingan. Menurut dia, dengan selalu makan makanan yang sama sebelum bertanding, dia jadi lebih fokus.

Bagaimana dengan atlet Indonesia? Apakah mereka juga memilih ayam sebagai salah satu sumber protein andalan?

Kalau mengintip menu yang dianjurkan PRIMA atau Program Emas Indonesia untuk atlet-atlet Indonesia, hidangan ayam nyaris selalu ada dalam menu makan atlet untuk pagi, siang, dan malam. Mulai dari bubur ayam, ayam ditumis, dibistik, dipanggang, dibuat soto, dicah sawi, dimasak plecing, digoreng kremes, dimasak kecap, dan sebagainya.

Soto ayam juga adalah salah satu menu yang dihidangkan kepada para atlet Indonesia olimpiade dari dapur posko mereka di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ini konon berhasil mengobati kerinduan kontingen Indonesia akan masakan Tanah Air karena berhari-hari sebelumnya disuguhi masakan Brasil.

Pebulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmda dan Liliyana Natsir, usai meraih emas di Olimpiade Rio.

Sekedar jadi catatan, tidak semua diet atlet ini sehat, lho. Apalagi dietnya Usain Bolt yang bisa menghabiskan nugget ayam dalam porsi gila-gilaan itu.

“Kinerja seorang atlet, pemulihan, dan pencegahan cedera sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka konsumsi,” kata Luke Powles, seorang dokter di Bupa Centre, Canary Wharf, Inggris. “Atlet-atlet ini membutuhkan sejumlah besar kalori agar kuat berlatih dan bersaing selama berjam-jam dalam sehari. Ini matematika sederhana, Anda hanya harus makan apa yang dibutuhkan tubuh.

Nah, itu dia. Makanlah sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Kalau Anda bukan atlet, ya nggak perlu juga makan dengan jumlah kalori sebanyak mereka, misalnya.

Pilihlah juga bahan makanan yang berkualitas, yang tidak hanya enak, tapi kesegarannya juga terjaga. Nutrisinya pun tak hilang ketika diolah. Pilih juga yang praktis, apalagi kalau Anda harus memasak sendiri makanan Anda, sementara waktu yang dimiliki tak banyak. (*)

 

Sumber:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s