Beberapa waktu lalu ada yang tanya, bagaimana membawa pulang ayam dingin segar dari pasar atau supermarket setelah berbelanja dan perjalanan pulangnya cukup jauh atau macet. Hmmm, ini bisa jadi problem Anda juga ya, Bu?

Ayam dingin segar diolah dalam sebuah sistem yang disebut “rantai dingin”. Dalam sistem ini, ayam dijaga untuk selalu berada dalam suhu dingin, di bawah 4° Celcius, mulai dari proses penyembelihannya, pembersihan, pemotongan, hingga transportasi dan penjajaannya. Cara ini membantu daging ayam tetap segar dan terjaga kualitasnya. Ini karena di bawah suhu 4° Celcius, bakteri tak bisa berkembang biak. Temperatur hangat, antara 4°sampai dengan 60° Celcius akan meningkatkan pertumbuhan organisme pembusuk makanan.

Nah, bagaimana selanjutnya agar temperatur ayam dingin segar tetap dingin, setelah berada di tangan kita?

Ada beberapa cara supaya bahan pangan dingin, seperti ayam dingin segar, tetap berada dalam kondisi prima. Mari kita simak satu per satu:

Menggunakan tas belanja penahan dingin (cooler bag/insulated bag/thermal bag)

Tas belanja seperti ini biasanya tersedia di supermarket-supermarket besar. Ada juga yang menjualnya secara online. Diperkenalkan pertama kali oleh toko-toko kelontong di Eropa pada pertengahan 1980-an, bertujuan agar pelanggan dapat membawa pulang belanjaan berupa bahan pangan dingin, tanpa memutus rantai dingin.

Tas ini dibuat dari material yang dapat mengisolasi panas (thermal), sehingga membantu menjaga suhu isinya. Saat dimasukkan barang atau bahan belanjaan yang dingin, dia menjaga agar tetap dingin. Sementara jika membawa bahan makanan panas, dia pun menjaga suhu panasnya.

Contoh thermal bag. (Foto: Wikipedia)
Contoh thermal bag. (Foto: Wikipedia)

Menggunakan kantong plastik dan es batu

Es batu (Foto: Frouuu – Freepik.com)

Ini mungkin cara yang paling gampang, namun tidak terlalu disarankan. Beberapa supermarket atau pasar modern menyediakan es batu yang sudah di-crush/dihancurkan (yang biasa dipakai untuk mendinginkan gerai display). Minta penjaga gerai untuk membungkus erat es batu secukupnya dalam kantong plastik, lalu masukkan ke dalam kantong plastik dekat kemasan ayam dingin segar. Agak rempong, ya? Belum lagi kalau esnya pelan-pelan mencair nanti. Air akan menetes-netes dari tas belanja Anda.

Menggunakan kertas koran

Tip yang satu ini mungkin agak unik, tapi beberapa dari Anda mungkin pernah mempraktikkannya. Cara ini mungkin lebih tepat untuk ayam beku atau bahan pangan segar yang beku lainnya. Butuh kontainer atau wadah tertutup juga, selain kertas koran. Ayam atau bahan pangan lainnya dibungkus rapat dengan kertas koran, lalu masukkan ke dalam kontainer, tutup rapat. Beri pita perekat di sekeliling tepian tutup kontainer, jika dirasa masih belum rapat.

Mengemas bahan pangan beku dengan kertas koran dan kontainer. (Foto: Well Preserved)

Sama sekali tanpa es. Yang penting wadahnya atau kontainernya terisolasi rapat. Tapi Anda perlu hati-hati juga dengan bahaya timbal dari kertas koran ini.

Nah, perlu diingat juga, ayam segar amat mudah terpapar dari bau bahan makanan lain yang memiliki aroma kuat, misalnya jeruk, apel, bawang, dan ikan. Jadi pisahkan atau jauhkan ayam segar dari barang-barang belanjaan Anda yang berbau kuat.

Bagaimana, cukup membantukah info ini, Bu? Like dan share tulisan ini, yuk. Kalau Ibu juga punya tip jitu lainnya pun, jangan ragu share dengan kami, ya.

Sumber: Wikipedia, Cargo Handbook, Well Preserved

2 thoughts on “Bagaimana Membawa Pulang Ayam Dingin Segar dari Pasar atau Supermarket?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s