Kenapa, sih, Ayam Dingin Segar ‘cerewet’ kasih tahu ibu-ibu semua soal pentingnya mengonsumsi daging ayam yang diproduksi dengan benar?

Begini, Bu. Bakteri ada di mana-mana, termasuk pada makanan mentah atau segar, seperti daging ayam. Ditambah lagi kita tinggal di negara tropis, di mana suhu rata-ratanya mencapai 28° Celcius. Suhu seperti ini sangat “bersahabat’ bagi pertumbuhan bakteri.

Bakteri berkembang biak ketika suhu mulai menghangat, yakni di atas 4° hingga 60° Celcius. Jadi, bisa Ibu bayangkan, berapa banyak bakteri yang telah tumbuh selama proses pengolahan ayam segar sejak disembelih hingga dijajakan, TANPA melewati proses rantai dingin. Apalagi kalau kemudian ayam segar itu dijajakan di udara terbuka dan hal itu berlangsung berjam-jam. Hmmm…, nggak berani ngebayangin, deh!

Karena itu, tak heran jika banyak sekali penyakit disebabkan konsumsi daging ayam yang tidak diproses dengan benar atau tidak dimasak sampai matang benar. Bakteri yang jumlahnya sudah berlipat-lipat itu ikut masuk ke perut karena kesembronoan kita.

Nah, berikut ini adalah beberapa macam bakteri yang jamak ditemukan pada daging ayam mentah atau pada daging unggas lainnya:

  • Salmonella enteritidis. Bakteri jenis ini  biasanya ditemukan di dalam usus ayam atau unggas lainnya. Salmonella enteritidis hanyalah satu di antara lebih dari 2000 jenis bakteri Salmonella. Dia secara khusus berkaitan dengan unggas dan telur.
Bakteri Salmonella enteritidis (Sumber: BBC/Science Photo Library)
  • Staphylococcus aureus, dapat ditemukan pada kulit ayam. Tapi jangan salah, tangan kita juga bisa membawa bakteri ini, lho. Juga saluran hidung dan kerongkongan kita. Ekstra hati-hati ketika kita membuat makanan segar berbahan ayam menggunakan tangan, misalnya salad ayam. Sebaiknya, selalu masak ayam hingga benar-benar matang dan selalu bersihkan tangan menggunakan air dan sabun, sebelum dan sesudah mengolah ayam.
Bakteri Staphylococcus aureus (Sumber: rightdietplus.com)
  • Campylobacter jejuni. Ini dia biang keladi penyakit diare pada manusia. Kalau suka teledor menggunakan talenan yang digunakan bersama untuk mengolah ayam mentah dan sayuran, misalnya, bisa jadi hal itu yang membuat Anda atau anggota keluarga Anda terserang diare. Hindari kontaminasi silang lewat penggunaan alat dapur semacam ini dan gunakan peralatan dapur yang berbeda untuk mengolah ayam mentah.
Bakteri Campylobacter jejuni (Sumber: Outbreak News today)
  • Listeria monocytogenes. Penelitian menunjukkan 1-10% manusia kemungkinan memiliki bakteri jenis ini di dalam ususnya, sedangkan pada unggas, ada pada 17 spesies burung (termasuk ayam). Dia terdistribusi luas di lingkungan sekitar kita dan dapat ditemukan di tanah, pada pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi, dan sumber-sumber alami lainnya, seperti feses ternak).
Bakteri Listeria monocytogenes (Sumber: keywordsuggest.org)

Listeria monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Dia juga tahan pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4o° C, khususnya pada makanan yang disimpan di lemari pendingin. Bakteri ini juga membentuk biofilm, yakni terbentuknya lapisan lendir pada permukaan makanan.

Listeria monocytogenes adalah penyebab infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit, dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut, dan diare. Infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil. Tingkat kematian yang disebabkan bakteri ini sekitar 20-30 persen, sementara pada bayi baru lahir sekitar 25-50 persen.

Seram ya, Bu? Hiiiyyy…! Bahkan ada bakteri yang tahan panas.

Nah, mengingat banyaknya bakteri tumbuh di sekitar kita dan mudahnya mereka berkembang biak dalam suhu tropis, pemerintah lewat Kementerian Pertanian gencar menyarankan kepada kita semua untuk berhati-hati dalam memilih ayam segar. Selalu pilih ayam segar yang diolah dalam sistem rantai dingin, di mana ayam dijaga untuk selalu berada dalam suhu dingin (di bawah 4° Celcius), sejak disembelih, dibersihkan, dipotong-potong, ditransportasikan, hingga dijajakan kepada konsumen. Dalam suhu seperti itu, bakteri memang tidak mati, namun tak mampu juga berkembang biak (nonaktif).

Bahan: Food-Info.net, Depkes.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s