Mudik Nyaman bersama Si Kecil

Tinggal menghitung hari memasuki masa libur Lebaran 2017. Anda mungkin sedang bersiap-siap untuk perjalanan pulang ke kampung halaman atau berlibur panjang ke luar kota. Untuk sebagian keluarga muslim, mudik pada saat Lebaran seakan sudah menjadi kewajiban. Rasanya tidak afdhol kalau tidak berlebaran bersama keluarga besar di kampung.

Nah, bagaimana kalau mudik atau libur Lebaran kali ini Anda harus membawa serta balita atau batita? Apakah perlu persiapan ekstra supaya perjalanan tetap nyaman bagi mereka juga Anda? Sepertinya begitu. Berikut ada sejumlah panduan untuk Anda yang hendak mengajak mudik si kecil.

Bawaan wajib:

  • Popok. Bawalah popok ekstra untuk persiapan jika terjadi hal-hal darurat dalam perjalanan.
  • Handuk kecil/waslap/tisu basah yang biasa digunakan untuk membasuh kulit si kecil, sekaligus untuk menyeka tangan Anda setelahnya.
  • Alas plastik untuk alas ketika menyeka atau mengganti popok kotor si kecil.
  • Selimut kesayangan si kecil agar merasa nyaman sepanjang  perjalanan.
  • Tas plastik dalam beberapa ukuran untuk digunakan sebagai wadah menyimpan pakaian kotor si kecil, sampah bekas popok kotor, hingga sepatu mereka.
  • Cairan pembersih tangan dan tisu kering.
  • Mainan kesayangan si kecil.
  • Pakaian, kaos kaki dan sepatu si kecil.
  • Perlengkapan mandi si kecil.
  • Topi dan tabir surya khusus untuk balita/batita.
  • Kursi makan portable si kecil.
  • Camilan kesukaan si kecil.
  • Kotak P3K si kecil.
  • Car seat (untuk bepergian dengan mobil atau pesawat terbang).
  • Stroller si kecil.

Ketika semua barang bawaan wajib sudah terkumpul, kita tinggal mengemasnya dengan rapi. Buatlah dulu daftar barang-barang ini, kemudian letakkan barangbarang yang menurut Ibu akan diperlukan di tempat yang mudah terlihat.

  • Untuk membawa popok, gunakan tas popok antiair dan penutupnya sempurna.
  • Bawa beberapa pakaian ganti Ibu di tas jinjing agar mudah untuk bersalin kalau terkena kotoran atau tumpahan minuman/makanan si kecil.
  • Masukkan obat-obatan dan perlengkapan mandi si kecil di dalam plastik yang bisa disegel.
  • Bawa pakaian si kecil di dalam satu tas jinjing yang mudah Ibu raih saat berada dalam perjalanan.

Jika bepergian dengan mobil, pastikan posisi duduk si kecil dengan car seat-nya nyaman. Jauhkan dia dari makanan-makanan manis dan lengket. Jika si kecil ingin ngemil, sediakan camilan berupa biskuit dalam jangkauannya. Hindari mengerem mendadak karena bisa merangsang si kecil tantrum karena merasa panic dan tak nyaman. Jika perl, berkonsultasilah dengan dokter mengenai obat yang dapat mengurangi rasa pusing atau mual (mabuk) dalam perjalanan.

Jika bepergian dengan pesawat, pastikan memasang car seat dengan benar di kursi pesawat dam jangan ragu meminta tolong pada awak kabin jika memerlukan bantuan. Pastikan juga si kecil mengenakan pakaian berlapis dan nyaman. Terkadang, suhu di dalam pesawat bisa terasa gerah, kemudian berubah menjadi sangat dingin. Sebaiknya berikat dia minuman dari botol pada saat pesawat take-off untuk menghindarkan si kecil dari rasa tidak nyaman di telinganya. Penerbangan juga dapat membuat si kecil dehidrasi, sehingga pastikan dia mendapat asupan cairan yang cukup.

Diolah dari: Nutriclub

Foto:  <a href=”http://www.freepik.com/free-photo/little-asian-boy-ready-to-travel-with-suitcases-and-his-toy-airplane-travel-and-adventure-concept_1152907.htm”>Designed by Freepik</a>

Ini Dia, Cara Tersehat Memasak Ayam Menurut Ahli Gizi

Cara memilih ayam yang benar, sudah. Membersihkan, sudah juga. Menyimpan? Thawing? Sudah dan sudah juga.

Nah, kali ini kita bahas soal cara memasak ayam. Ada satu saran dari seorang ahli gizi soal metode tersehat memasak ayam.

Ayam banyak dipilih dan populer di kalangan mereka yang berdiet rendah lemak. Memang, dibandingkan daging sapi, misalnya, daging ayam mengandung lebih sedikit lemak. Paha ayam, contohnya, salah satu bagian paling berlemak dari ayam, mengandung 5 gram lemak dan 110 kalori dalam setiap 2 onsnya.

Meskipun rendah lemak, cara kita mengolah atau memasak ayam ternyata berpengaruh terhadap kandungan lemak dan kalori alias menambahnya jadi lebih banyak.

Cara terbaik

Selama ini kita berpikir, memanggang adalah cara terbaik atau tersehat untuk memasak ayam. Tapi, menurut ahli gizi dari HelloFresh, Amerika Serikat, Rebecca Lewis, ada metode memasak ayam yang kurang populer, namun ternyata lebih sehat ketimbang memanggang.

“Cara paling sehat untuk memasak ayam adalah dengan merebusnya,” jelas Lewis. Mengapa? Ini karena kita tidak memasukkan bahan-bahan apapun ke dalamnya, kecuali ayam dan air. Cara ini mirip dengan merebus (poaching) telur, yakni dengan menceplokkan telur ayam ke dalam rebusan air.

Rebecca Lewis. (Foto: HelloFresh Blog)

Untuk mendapatkan olahan ayam sehat hasil rebusan ini, kita hanya perlu merebus air hingga mendidih, kemudian kecilkan api atau turunkan suhunya. Banyaknya air tergantung pada besar atau banyaknya ayam yang kita rebus. Setelah itu, masukkan ayam dengan hati-hati agar tidak terciprat air rebusannya. Rebus hingga matang.

Nah, dengan cara rebus ini, kita akan mendapatkan 120 kalori dengan 1,4 gram lemak pada setiap 4 ons ayam. Sehat sih, sepertinya, tapi enakkah rasanya? Tentu saja, kata Lewis, cara ini tidak mengutamakan rasa. Kalau kita tetap ingin makan ayam dengan cara masak yang sehat dan tetap lezat, Lewis menyarankan menambahkan rempah segar dan sayuran. Jadi, bukannya memasukkan bumbu hasil tumisan, seperti yang biasa kita lakukan saat membuat sup ayam, di mana minyak sayur untuk menumis akhirnya masuk juga ke dalam air rebusan ayam.

Teknik memasak ayam dengan merebus (poaching). (Foto: http://www.21stcenturyhousewife.com/Pinterest)

“Secara umum, satu sendok makan minyak mengandung 120 kalori dan 14 gram lemak, dan satu sendok makan mentega berisi  100 kalori dan 12 gram lemak,” kata Lewis.

Lewis juga punya cara lain untuk memaksimalkan rasa, tanpa perlu menambahkan banyak kalori ke ayam yang kita santap, yakni dengan mengasinkan ayam terlebih dahulu. Lewis juga merekomendasikan penggunaan rempah segar, ramuan herbal, serta cuka.

Menumis

Menumis adalah cara kedua yang disarankan Lewis untuk memasak ayam dengan sehat. Lho, bukannya menumis juga butuh minyak goreng atau lemak supaya ayam tidak lengket dengan wajan?

Betul, tapi ternyata kuncinya ada pada kualitas wajan yang kita pakai. Dengan wajan antilengket berkualitas tinggi, kita sebetulnya cuma perlu sedikit sekali minyak atau lemak untuk menumis ayam. Kalau kita ingin ayam tumis yang lapisan luarnya renyah, bakar dulu ayamnya di atas kompor, panggang di oven, barulah ditumis.

Menumis ayam. (Foto: cooksillustrated.com)

Wuidih, panjang juga langkahnya! Lho, katanya pengen ayam yang enak dan garing, tapi tetap sehat? Mesti mau repot, dong. Hehehe!

Ayam goreng

Nah, ini kabar buruk buat kita yang doyan banget makan ayam goreng. Lewis bilang, menggoreng bukanlah metode memasak ayam yang paling disarankan. Menggoreng ayam dalam panci penuh minyak sama saja dengan menambahkan “tonan” kalori dan sodium pada ayam.

Melapisi ayam dengan tepung sebelum digoreng? Oh, bakal lebih dahsyat lagi kandungan kalori dan lemaknya, sekitar 200 kalori lebih banyak ketimbang ayam rebus.

Lalu bagaimana kalau kita ingin sekali mengurangi asupan kalori dan lemak, tapi tetap makan ayam goreng karena doyan? Lewis merekomendasikan menambahkan baking soda dalam adonan tepung untuk melapisi ayam goreng.

Baking soda melepaskan gelembung gas selama proses memasak  dan dengan demikian mengurangi minyak yang diserap oleh makanan,” jelasnya.

Dia juga menyarankan, daripada melapisi ayam dengan  tepung dan dadih, lebih baik melapisi ayam dengan mostar (mustard) yang hasilnya sama lezatnya.

Ayam goreng lapis madu dan mostar. (Foto: Daydream Kitchen)

Sumber: womenshealthmag.com

Pilih-Pilih Talenan, Mana yang Paling Baik?

Alat dapur yang satu ini fungsinya sederhana saja: sebagai alas memotong atau mengiris bahan makanan dan bumbu dapur. Tapiiii…, kalau kita sembarangan saja memilih dan merawatnya, dampak yang ditimbulkannya terhadap kesehatan kita bisa jadi tidak sederhana, lho.

Ada banyak alasan mengapa kita memilih suatu talenan. Ada yang karena bentuknya yang trendi dan stylish, ada yang karena bahannya tidak cepat merusak pisau dapur kita, ada juga yang memilih berdasarkan keramahlingkungannya. Tapi, mana sebetulnya talenan yang paling baik dan aman digunakan di dapur kita?

Nah, sejauh ini ada beberapa bahan talenan yang kita kenal: kayu, bambu, kaca, dan plastik. Mari kita simak satu per satu kelebihan dan kekurangannya.

Talenan kayu

Jenis ini adalah salah satu yang paling populer. Desainnya pun kini makin banyak yang keren dan lucu-lucu. Tapi, ada banyak hal yang mesti kita pertimbangkan kalau kita hendak memakai peralatan dapur berbahan kayu.

Talenan kayu. (Sumber: Pixabay)

Meskipun sangat keras, bahan kayu itu berpori, sehingga menyerap apapun yang kita taruh di permukaannya, termasuk bakteri. Talenan berbahan kayu pun perlu rutin diminyaki agar tetap berada dalam kondisi prima. Minyak juga menjaga talenan dari kelembapan. Setelah menggunakannya, cuci bersih talenan kayu, keringkan, dan minyaki. Eh, minyaknya minyak apa, nih? Lihat paragraf paling bawah, ya.

Talenan kayu juga “bersahabat” dengan pisau dapur kita alias pisau tidak akan gampang tumpul. Namun, teksturnya yang berpori tadi membuat talenan kayu lebih baik digunakan untuk memotong-motong sayuran, herba, dan roti, ketimbang daging atau ayam mentah.

Talenan Bambu

Fakta, bahwa bambu cepat sekali tumbuh, menjadikan talenan berbahan bambu sebagai alat dapur dengan sumber terbarukan. Ini pilihan terbaik bagi Anda yang amat peduli lingkungan.

Talenan bambu. (Sumber: cuttingboard.com)

Mirip dengan kayu, bambu juga berpori, namun teksturnya lebih keras dari kayu. Sama halnya dengan talenan kayu, talenan bambu juga perlu diminyaki. kalau tak dirawat baik, talenan bambu akan gampang pecah/belah.

Talenan bambu yang sudah lama sekali digunakan biasanya juga akan menjadi sedikit berbulu dan lebih reseptif terhadap bakteri. Kalau ini terjadi, berarti waktunya Anda membeli talenan baru.

Baik talenan bambu, maupun kayu, sebaiknya dibersihkan secara manual, alias dengan tangan, bukan dengan mesin pencuci piring.

Talenan Plastik

Talenan plastik adalah yang paling sering direkomendasikan oleh para koki profesional. Biasanya, talenan jenis ini dibuat dari polyethylene, membuatnya tahan lama dan awet. Talenan plastik juga  mudah dibersihkan, baik dengan  tangan atau mesin.

Talenan plastik. (Sumber: keywordsuggests.com)

Talenan plastik juga aman bagi pisau dapur Anda, hanya saja tidak seaman talenan kayu atau bambu.

Bagaimana dengan bakteri? Sama saja, talenan plastik pun rentan dihinggapi bakteri, terutama jika permukaannya mulai “berbulu” karena penggunaan yang sudah lama. Kalau sudah begini, sebaiknya segera diganti baru.

Sekedar saran, gunakan talenan plastik dengan warna berbeda untuk ikan, ayam, dan daging, untuk menghindari kontaminasi silang. Jangan lupa, cuci bersih talenan plastik sesudah digunakan.

Talenan Kaca/Beling

Talenan kaca/beling. (Sumber: thekitchn.com)

Talenan jenis ini mungkin jarang kita temukan dan memang tidak direkomendasikan juga untuk dipakai. Talenan beling tidak berpori dan mudah digunakan, namun talenan jenis ini pun akan cepat membuat pisau dapur anda menjadi tumpul.

Rekomendasi

Setidaknya Anda mesti punya dua jenis talenan di dapur, yakni yang berbahan kayu dan plastik. Gunakan talenan kayu untuk menyiapkan buah-buahan atau sayuran. Sementara untuk daging atau ayam mentah, gunakan yang plastik. Pertimbangkan juga untuk memiliki talenan ketiga, yang hanya Anda gunakan untuk memotong-motong makanan matang, seperti daging atau ayam.

Untuk meminyaki talenan kayu, tidak disarankan menggunakan minyak alami, seperti minyak sayur, minyak jagung, minyak zaitun, minyak kacang, atau minyak kenari. Minyak-minyak seperti ini mengandung banyak lemak yang pada akhirnya hanya akan mengoksidasi dan membuat talenan berbau tengik.

Meminyaki talenan kayu. (Sumber: Serious Eats)

Pakailah minyak khusus, seperti minyak mineral yang aman untuk makanan, krim dengan bahan dasar lilin lebah, atau minyak kelapa khusus.

Bahan: The Kitchn, Cutting Board

Mencuci Ayam Mentah, Boleh atau Tidak?

Sejak tiga tahunan lalu, beredar informasi bahaya mencuci ayam mentah atau ayam segar. Awalnya adalah saran dari Food Standards Agency (FSA), lembaga standardisasi makanan Inggris, agar konsumen berhenti mencuci daging ayam mentah karena dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

Mencuci ayam mentah, menurut FSA, dapat menyebarkan bakteri campylobacter ke tangan, meja, pakaian, dan alat-alat dapur, melalui percikan air. Campylobacter menginfeksi sekitar 280 ribu orang di Inggris per tahun dan merupakan bakteri paling banyak menyebabkan keracunan makanan di Inggris. Gejalanya diare, sakit perut, kram, demam, dan umumnya penderita merasa tidak sehat.

Di Indonesia sendiri, dari 21.763 penderita diare, sekitar 3,6%-nya disebabkan oleh campylobacter jejuni (Tjaniadi et al. 2003).

Nah, kembali ke pertanyaan awal tadi, bolehkah mencuci ayam mentah?

Mencuci ayam mentah, boleh atau tidak? (Foto: witty.com)

Sebetulnya, jika mengonsumsi ayam dingin segar, Anda boleh bernapas lega. Ayam dingin segar sejak awal pemrosesannya dibuat agar sesedikit mungkin terpapar bakteri. Mulai dari penyembelihannya, pembersihan, pemotongan, transportasi, hingga ke penjajaanya, ayam dingin segar selalu dijaga untuk berada dalam suhu ruang di bawah 4° Celcius atau yang disebut sebagai sistem rantai dingin.

Suhu sedingin ini tak memungkinkan bakteri untuk berkembang biak (nonaktif). Seperti yang kita ketahui, bakteri amat mudah tumbuh dalam suhu hangat, yakni antara 4°-60° Celcius.

Oleh karena itu, selama Anda tidak memutus rantai dingin ini sejak membeli ayam dingin segar, sebetulnya Anda bisa langsung memasaknya sesampainya di rumah, tanpa mencucinya terlebih dulu. Bagaimana agar tidak terputus? Saat membawa pulang ayam dingin segar, gunakan tas khusus yang mampu menjaga suhu dingin ayam. Kemudian, segera olah atau simpan dalam kulkas, jika hendak mengolahnya di kemudian hari. Saat memasaknya pun, pastikan ayam telah mencapai tingkat kematangan sempurna.

Baca juga: Bagaimana Membawa Pulang Ayam Dingin Segar dari Pasar atau Supermarket?

Yang penting juga, rajin-rajinlah mencuci peralatan dapur dan tangan Anda seusai mengolah ayam mentah. Hindari kontaminasi silang, misalnya dengan membedakan talenan yang digunakan untuk memotong-motong daging ayam dengan talenan untuk sayuran.

Baca juga: Tips Membersihkan Daging Ayam

Sumber: BBC

Kenali Bakteri yang Sering Ditemukan pada Ayam Mentah

Kenapa, sih, Ayam Dingin Segar ‘cerewet’ kasih tahu ibu-ibu semua soal pentingnya mengonsumsi daging ayam yang diproduksi dengan benar?

Begini, Bu. Bakteri ada di mana-mana, termasuk pada makanan mentah atau segar, seperti daging ayam. Ditambah lagi kita tinggal di negara tropis, di mana suhu rata-ratanya mencapai 28° Celcius. Suhu seperti ini sangat “bersahabat’ bagi pertumbuhan bakteri.

Bakteri berkembang biak ketika suhu mulai menghangat, yakni di atas 4° hingga 60° Celcius. Jadi, bisa Ibu bayangkan, berapa banyak bakteri yang telah tumbuh selama proses pengolahan ayam segar sejak disembelih hingga dijajakan, TANPA melewati proses rantai dingin. Apalagi kalau kemudian ayam segar itu dijajakan di udara terbuka dan hal itu berlangsung berjam-jam. Hmmm…, nggak berani ngebayangin, deh!

Karena itu, tak heran jika banyak sekali penyakit disebabkan konsumsi daging ayam yang tidak diproses dengan benar atau tidak dimasak sampai matang benar. Bakteri yang jumlahnya sudah berlipat-lipat itu ikut masuk ke perut karena kesembronoan kita.

Nah, berikut ini adalah beberapa macam bakteri yang jamak ditemukan pada daging ayam mentah atau pada daging unggas lainnya:

  • Salmonella enteritidis. Bakteri jenis ini  biasanya ditemukan di dalam usus ayam atau unggas lainnya. Salmonella enteritidis hanyalah satu di antara lebih dari 2000 jenis bakteri Salmonella. Dia secara khusus berkaitan dengan unggas dan telur.
Bakteri Salmonella enteritidis (Sumber: BBC/Science Photo Library)
  • Staphylococcus aureus, dapat ditemukan pada kulit ayam. Tapi jangan salah, tangan kita juga bisa membawa bakteri ini, lho. Juga saluran hidung dan kerongkongan kita. Ekstra hati-hati ketika kita membuat makanan segar berbahan ayam menggunakan tangan, misalnya salad ayam. Sebaiknya, selalu masak ayam hingga benar-benar matang dan selalu bersihkan tangan menggunakan air dan sabun, sebelum dan sesudah mengolah ayam.
Bakteri Staphylococcus aureus (Sumber: rightdietplus.com)
  • Campylobacter jejuni. Ini dia biang keladi penyakit diare pada manusia. Kalau suka teledor menggunakan talenan yang digunakan bersama untuk mengolah ayam mentah dan sayuran, misalnya, bisa jadi hal itu yang membuat Anda atau anggota keluarga Anda terserang diare. Hindari kontaminasi silang lewat penggunaan alat dapur semacam ini dan gunakan peralatan dapur yang berbeda untuk mengolah ayam mentah.
Bakteri Campylobacter jejuni (Sumber: Outbreak News today)
  • Listeria monocytogenes. Penelitian menunjukkan 1-10% manusia kemungkinan memiliki bakteri jenis ini di dalam ususnya, sedangkan pada unggas, ada pada 17 spesies burung (termasuk ayam). Dia terdistribusi luas di lingkungan sekitar kita dan dapat ditemukan di tanah, pada pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi, dan sumber-sumber alami lainnya, seperti feses ternak).
Bakteri Listeria monocytogenes (Sumber: keywordsuggest.org)

Listeria monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Dia juga tahan pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4o° C, khususnya pada makanan yang disimpan di lemari pendingin. Bakteri ini juga membentuk biofilm, yakni terbentuknya lapisan lendir pada permukaan makanan.

Listeria monocytogenes adalah penyebab infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit, dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut, dan diare. Infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil. Tingkat kematian yang disebabkan bakteri ini sekitar 20-30 persen, sementara pada bayi baru lahir sekitar 25-50 persen.

Seram ya, Bu? Hiiiyyy…! Bahkan ada bakteri yang tahan panas.

Nah, mengingat banyaknya bakteri tumbuh di sekitar kita dan mudahnya mereka berkembang biak dalam suhu tropis, pemerintah lewat Kementerian Pertanian gencar menyarankan kepada kita semua untuk berhati-hati dalam memilih ayam segar. Selalu pilih ayam segar yang diolah dalam sistem rantai dingin, di mana ayam dijaga untuk selalu berada dalam suhu dingin (di bawah 4° Celcius), sejak disembelih, dibersihkan, dipotong-potong, ditransportasikan, hingga dijajakan kepada konsumen. Dalam suhu seperti itu, bakteri memang tidak mati, namun tak mampu juga berkembang biak (nonaktif).

Bahan: Food-Info.net, Depkes.go.id

Bagaimana Membawa Pulang Ayam Dingin Segar dari Pasar atau Supermarket?

Beberapa waktu lalu ada yang tanya, bagaimana membawa pulang ayam dingin segar dari pasar atau supermarket setelah berbelanja dan perjalanan pulangnya cukup jauh atau macet. Hmmm, ini bisa jadi problem Anda juga ya, Bu?

Ayam dingin segar diolah dalam sebuah sistem yang disebut “rantai dingin”. Dalam sistem ini, ayam dijaga untuk selalu berada dalam suhu dingin, di bawah 4° Celcius, mulai dari proses penyembelihannya, pembersihan, pemotongan, hingga transportasi dan penjajaannya. Cara ini membantu daging ayam tetap segar dan terjaga kualitasnya. Ini karena di bawah suhu 4° Celcius, bakteri tak bisa berkembang biak. Temperatur hangat, antara 4°sampai dengan 60° Celcius akan meningkatkan pertumbuhan organisme pembusuk makanan.

Nah, bagaimana selanjutnya agar temperatur ayam dingin segar tetap dingin, setelah berada di tangan kita?

Ada beberapa cara supaya bahan pangan dingin, seperti ayam dingin segar, tetap berada dalam kondisi prima. Mari kita simak satu per satu:

Menggunakan tas belanja penahan dingin (cooler bag/insulated bag/thermal bag)

Tas belanja seperti ini biasanya tersedia di supermarket-supermarket besar. Ada juga yang menjualnya secara online. Diperkenalkan pertama kali oleh toko-toko kelontong di Eropa pada pertengahan 1980-an, bertujuan agar pelanggan dapat membawa pulang belanjaan berupa bahan pangan dingin, tanpa memutus rantai dingin.

Tas ini dibuat dari material yang dapat mengisolasi panas (thermal), sehingga membantu menjaga suhu isinya. Saat dimasukkan barang atau bahan belanjaan yang dingin, dia menjaga agar tetap dingin. Sementara jika membawa bahan makanan panas, dia pun menjaga suhu panasnya.

Contoh thermal bag. (Foto: Wikipedia)
Contoh thermal bag. (Foto: Wikipedia)

Menggunakan kantong plastik dan es batu

Es batu (Foto: Frouuu – Freepik.com)

Ini mungkin cara yang paling gampang, namun tidak terlalu disarankan. Beberapa supermarket atau pasar modern menyediakan es batu yang sudah di-crush/dihancurkan (yang biasa dipakai untuk mendinginkan gerai display). Minta penjaga gerai untuk membungkus erat es batu secukupnya dalam kantong plastik, lalu masukkan ke dalam kantong plastik dekat kemasan ayam dingin segar. Agak rempong, ya? Belum lagi kalau esnya pelan-pelan mencair nanti. Air akan menetes-netes dari tas belanja Anda.

Menggunakan kertas koran

Tip yang satu ini mungkin agak unik, tapi beberapa dari Anda mungkin pernah mempraktikkannya. Cara ini mungkin lebih tepat untuk ayam beku atau bahan pangan segar yang beku lainnya. Butuh kontainer atau wadah tertutup juga, selain kertas koran. Ayam atau bahan pangan lainnya dibungkus rapat dengan kertas koran, lalu masukkan ke dalam kontainer, tutup rapat. Beri pita perekat di sekeliling tepian tutup kontainer, jika dirasa masih belum rapat.

Mengemas bahan pangan beku dengan kertas koran dan kontainer. (Foto: Well Preserved)

Sama sekali tanpa es. Yang penting wadahnya atau kontainernya terisolasi rapat. Tapi Anda perlu hati-hati juga dengan bahaya timbal dari kertas koran ini.

Nah, perlu diingat juga, ayam segar amat mudah terpapar dari bau bahan makanan lain yang memiliki aroma kuat, misalnya jeruk, apel, bawang, dan ikan. Jadi pisahkan atau jauhkan ayam segar dari barang-barang belanjaan Anda yang berbau kuat.

Bagaimana, cukup membantukah info ini, Bu? Like dan share tulisan ini, yuk. Kalau Ibu juga punya tip jitu lainnya pun, jangan ragu share dengan kami, ya.

Sumber: Wikipedia, Cargo Handbook, Well Preserved

Konsumsi Ayam, Rahasia Juara Atlet Dunia

Hmmm, sudah lama ya kita tahu kalau daging putih, seperti ayam atau ikan, banyak dipilih sebagai bahan makanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi olahragawan. Dada ayam panggang tanpa kulit yang dipanggang adalah salah satu yang disebut-sebut sebagai pilihan terbaik. Ini adalah sumber protein terkaya untuk atlet karena mengandung sangat sedikit lemak dan karbohidrat.

Seporsi dada ayam seberat tiga ons, menurut  Academy of Nutrition and Dietetics, menyediakan sekitar 27 gram protein. Ayam merupakan sumber protein yang lengkap, yang artinya mengandung semua kebutuhan harian tubuh mereka terhadap asam amino esensial.

Lalu, siapa saja, sih, atlet dunia yang memasukkan ayam ke dalam menu dietnya sehari-hari?

Nicola Adams, petinju, Inggris Raya

Nicola Adams (Sumber: Pinterest UK)

Boxer ini biasanya memilih nasi dengan ayam dan sayuran untuk makan siangnya. Kadang-kadang, untuk makan malam pun dia makan ayam. Makanan favoritnya? Chicken Fajita.

Di luar ayam, Nicola juga menghabiskan semangkuk sereal untuk sarapan dan semangkuk sup ditemani roti untuk makan malam. Tak ketinggalan es krim dengan dua rasa favoritnya: stroberi dan vanila.

Jumlah kalori yang dia konsumsi dengan menu hariannya ini sekitar 2.500-3.000.

Usain Bolt, pelari cepat, Jamaika

Usain Bolt (Sumber: Fit and Health)

Ini dia atlet yang sangat suuukaaa… makan ayam. Menu sarapannya? Chicken nugget dan sayap ayam.

Hah, seriusan? Chicken nugget? Yups! Konon, selama mengikuti Olimpiade Beijing 2008, si Manusia Tercepat di Dunia ini menyantap 1.000 potong nugget ayam karena tak cocok dengan makanan lokal yang disediakan. Tiap hari, dia menjadikan 5 kotak isi 20 potong nugget ayam sebagai “bahan bakar”-nya dalam berlari.

Ck, ck, ck… Apa karena itu ya, Usain mampu meraih emas dalam nomor 100m, 200 m, dan 4x100m relay pada olimpiade saat itu?

Buat menu makan siang pun lagi-lagi Usain memilih ayam. Pilihannya adalah dada ayam dan pasta. Sementara untuk makan malam, biasanya Usain mengonsumsi nasi dan kacang-kacangan, plus daging babi.

Usain juga masih memasukkan makanan tradisional Jamaika ke dalam menu kesehariannya, yakni makanan berbahan dasar buah ackee dan saltfish, dimakan bersama kue bola, pisang goreng, dan ubi manis.

Diet Usain ini  mesti mencapai 60 persen protein, 30 persen karbohidrat, dan 10 persen lemak. Dia juga mengonsumsi vitamin C untuk suplemen. Kalori yang dia konsumsi? Sekitar 5.500 per hari.

Mo Farah, pelari cepat, Inggris Raya

Mo Farah (Sumber: Pinterest)

Bagaimana dengan menu pelari cepat kelas dunia lainnya? Mo Farah yang asal Inggris ternyata juga memilih ayam untuk menu makan siangnya. Ayamnya dipanggang, dimakan bersama pasta dan sayuran kukus.

Menu ini dia ulang untuk makan malam. Sementara untuk sarapan, dia lebih suka minum kopi dan makan sereal.

Kalori yang dia konsumsi lebih dari 3.000 per hari.

Juan Mata, pesepakbola, Inggris Raya

Bintang Manchester United yang asli Spanyol ini sudah enam tahun tinggal di Inggris, tapi ada satu hidangan khas Inggris yang sampai sekarang tidak bisa dia kompromikan dengan lidahnya: fish and chips. Makanan lainnya, sih, doyan-doyan saja, misalnya Sunday Roast (biasanya terdiri atas daging dan kentang panggang, bersama sayuran) dan pie daging sapi.

Juan Mata, gelandang MU (Sumber: Pinterest)

Nah, khusus untuk mempersiapkan tubuhnya guna menghadapi pertandingan, Mata memilih makan daging ayam, dengan pasta dari beras merah, keju Parmesan, minyak zaitun, pisang, dan kopi. Semuanya ini sudah jadi santapan rutin Mata sebelum pertandingan. Menurut dia, dengan selalu makan makanan yang sama sebelum bertanding, dia jadi lebih fokus.

Bagaimana dengan atlet Indonesia? Apakah mereka juga memilih ayam sebagai salah satu sumber protein andalan?

Kalau mengintip menu yang dianjurkan PRIMA atau Program Emas Indonesia untuk atlet-atlet Indonesia, hidangan ayam nyaris selalu ada dalam menu makan atlet untuk pagi, siang, dan malam. Mulai dari bubur ayam, ayam ditumis, dibistik, dipanggang, dibuat soto, dicah sawi, dimasak plecing, digoreng kremes, dimasak kecap, dan sebagainya.

Soto ayam juga adalah salah satu menu yang dihidangkan kepada para atlet Indonesia olimpiade dari dapur posko mereka di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ini konon berhasil mengobati kerinduan kontingen Indonesia akan masakan Tanah Air karena berhari-hari sebelumnya disuguhi masakan Brasil.

Pebulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmda dan Liliyana Natsir, usai meraih emas di Olimpiade Rio.

Sekedar jadi catatan, tidak semua diet atlet ini sehat, lho. Apalagi dietnya Usain Bolt yang bisa menghabiskan nugget ayam dalam porsi gila-gilaan itu.

“Kinerja seorang atlet, pemulihan, dan pencegahan cedera sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka konsumsi,” kata Luke Powles, seorang dokter di Bupa Centre, Canary Wharf, Inggris. “Atlet-atlet ini membutuhkan sejumlah besar kalori agar kuat berlatih dan bersaing selama berjam-jam dalam sehari. Ini matematika sederhana, Anda hanya harus makan apa yang dibutuhkan tubuh.

Nah, itu dia. Makanlah sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Kalau Anda bukan atlet, ya nggak perlu juga makan dengan jumlah kalori sebanyak mereka, misalnya.

Pilihlah juga bahan makanan yang berkualitas, yang tidak hanya enak, tapi kesegarannya juga terjaga. Nutrisinya pun tak hilang ketika diolah. Pilih juga yang praktis, apalagi kalau Anda harus memasak sendiri makanan Anda, sementara waktu yang dimiliki tak banyak. (*)

 

Sumber:

Etiket Makan Hidangan Ayam dalam Jamuan Resmi

Kata orang, kalau mampu menunjukkan sopan santun di meja makan, kita secara tidak langsung menunjukkan kualitas pergaulan, intelektualitas, dan etika pergaulan kita sendiri. Sopan santun ini termasuk keahlian menggunakan peralatan makan yang tepat, hingga cara kita makan/minum makanan atau minuman tertentu.

Tiap budaya atau negara punya tatanan yang berbeda-beda soal ini, tapi ada beberapa aturan dasar yang hampir selalu muncul pada setiap etiket makan, misalnya makan dengan mulut tertutup saat mengunyah dan tidak menimbulkan bunyi saat mengunyah makanan.

Nah, kali ini Ayam Dingin Segar kasih panduan sedikit soal makan hidangan ayam dalam suasana yang formal. Moga-moga bisa jadi ‘contekan’ buat Anda saat diundang ke jamuan makan resmi.

1. Makan steak ayam

Potong daging ayam 1-2 iris saja dulu, jangan dipotong-potong semuanya sekaligus. Potong-potong daging ayam dengan ukuran yang bisa masuk ke dalam mulut Anda, jangan terlalu besar. Potong dengan pisau di tangan kanan dan suapkan dengan garpu di tangan kiri.

2. Makan ayam dengan tulang yang masih menempel

Ayam goreng atau ayam goreng tepung biasanya tidak disajikan dalam jamuan makan formal. Ini adalah jenis hidangan kasual yang biasa disajikan dalam acara makan informal atau piknik, sehingga tamu bisa leluasa menggunakan jari saat memakannya. Tapi kalau ternyata dalam jamuan makan resmi pun tuan rumahnya menyajikan ayam seperti ini atau ayam yang masih ada tulangnya, gunakan pisau dan garpu untuk memisahkan ayam dari tulang. Menyuwir daging ayam atau melepaskan daging ayam dari tulang dengan jari hanya dapat dilakukan dalam acara makan informal.

3. Tentang bumbu tambahan

Jangan pernah meminta bumbu tambahan, seperti tabasco, saus tomat, saus sambal, atau kecap untuk menambah kenikmatan Anda makan hidangan ayam yang disajikan, karena bisa menyinggung tuan rumah.

4. Membuang daging ayam yang terselip di mulut

Gunakan garpu untuk membuangnya ke piring. Jika ada daging ayam yang tidak ingin Anda makan, keluarkan dengan hati-hati dan tutup dengan serbet makan agar tidak diketahui orang lain. Sementara jika terselip di gigi, selesaikan dulu makan Anda, setelah itu barulah minta ijin ke tuan rumah untuk ke toilet guna membersihkan gigi. Jangan pernah menggunakan tusuk gigi, apalagi jari, untuk membersihkan makanan yang terselip di gigi selama berada di meja makan.

5. Setelah selesai makan

Letakkan pisau dan garpu sejajar dengan posisi ujung masing-masing berada di titik pukul 12:00 dan pangkalnya di titik pukul 05:00 (menyerong). Bagian cekung garpu hadapkan ke atas, sementara bagian tajam pisau arahkan ke dalam.

Wuidih, repot bener, ya? Untungnya tidak setiap hari menerima undangan jamuan resmi. 😀

(Diolah dari berbagai sumber)

Rekomendasi Restoran Ayam Penyet di Jabodetabek dan Bandung

Ayam penyet adalah hidangan ayam gaya Suroboyoan, berupa ayam yang dipenyet, digeprek, atau dibuat gepeng setelah digoreng dan disajikan bersama sambal dan lalapan. Kini menu ayam penyet juga digemari di beberapa negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. Yang dipenyet pun tak hanya ayam, tetapi juga iga, cumi, ikan bawal, tempe, bahkan baso.

Nah, berikut ini beberapa rekomendasi restoran yang menyajikan menu ayam penyet di Jabodetabek dan Bandung.

WARUNG BU KRIS (JAKARTA)

Nama warung ini paling sering muncul di internet kalau mencari dengan kata kunci “ayam penyet”. Jadi penasaran seenak apa, sih, ayam penyet warung yang sudah buka banyak cabang ini.

Teresa dari Jakarta bahkan menyempatkan setidaknya seminggu sekali ke Warung Bu Kris. “Rasa sambalnya yang harum bikin ketagihan dan keingetan tiap kali menjelang makan siang,” akunya.

Sambal penyet yang disediakan Warung Bu Kris memang tak hanya satu. Ada banyak pilihannya mulai dari sambal mangga, sambal bebek mangga, dan sambal teri mangga. Kepedasannya pun berlevel-level, disesuaikan dengan selera pelanggan.

Foto: TripAdvisor

“Rasa daging ayam gorengnya enak, apalagi ditambah dengan sambal penyetnya yang pedas itu, Mantap, deh. Sambalnya memang benar-benar pedas, saya sampai harus minum berulang-ulang,” kata Ita, pelanggan lainnya.

Wow! Siap-siap, deh, bibir jontor kalau kemari. Hehehe!

Alamat:

Jalan RS Fatmawati Raya No. 37 D, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kisaran harga:

Rp 50.000,00-Rp 100.000,00/orang

 

AYAM GEPREK ISTIMEWA (BOGOR)

Ayam Geprek istimewa ini menggunakan ayam kampung sebagai bahan utamanya. Ayam dibuat dengan bumbu yang meresap sampai ke tulang.

“Kayak diungkep dengan cukup lama. Rasanya pun gurih benar,” kata Indriyatno, seorang petualang kuliner.

hellobogor.com

Ayam geprek disajikan dengan taburan bawang goreng dan sambal yang pedasnya aduhai.

Alamat:

Jl . Bangbarung Raya No. 27, Bantarjati, Bogor

Kisaran harga:

Rp 50.000,00/orang

 

AYAM PENYET MARGO (DEPOK)

Banyak yang bilang kalau daging Ayam Penyet Margo ini sangat empuk dan juicy. Mudah sekali melepas daging ayam dari tulangnya.

Foto: lebailabiel.com

Restoran ini punya tagline “Pedasss Gila”. Sambal penyetnya memakai cabai rawit yang royal, lengkap dengan tangkai cabainya. Apakah tangkainya mempengaruhi kepedasan sambal? Hmmm, ternyata ada alasan tertentu mengapa si tangkai ikut masuk dalam ulekan.

“Sambal sebenarnya tidak membuat sakit perut kalau cabai yang digunakan masih segar atau tidak terlalu matang yang hampir busuk. Makanya kami memilih cabai yang masih ada batangnya untuk menandakan cabainya masih segar. Dalam proses penghalusan pun, kami juga menyertakan batang cabai tersebut,” kata Rio Novia Indra, pemilik Ayam Penyet Margonda, seperti dikutip Beritasatu.

Nah, sudah ada jaminan dari sang pemilik kalau habis makan di sini tidak akan sakit perut akibat pedasnya sambal.

Alamat:

Jl. Margonda Raya No. 368, Depok

Kisaran harga:

Rp 60.000,00/orang

 

MASTER PENYET (BEKASI)

Restoran yang menyuguhkan ayam goreng dengan sambal korek dengan kepedasan sadis. Wuidih! Bahkan ada pelanggan yang bilang, jangan suka sok mau tambah sambal di sini karena meski kelihatan sedikit, sambalnya memang pedas sadiss, sesuai tagline-nya.

“Karakter rasa sambalnya adalah asin dan gurih, tipe sambal favorit saya,” kata Djohan, seorang penggemar ayam penyet asal Bekasi.

Foto: masterpenyet.com

Daging ayamnya juga empuk. Ukurannya juga besar. Meski begitu, restoran ini juga menyajikan paket ekonomis dengan ayam penyet berukuran lebih kecil dan harga yang lebih murah.

Alamat:

Jl. K.H. Noer Ali No.3 (Samping Outlet Adidas), Bekasi Selatan

Kisaran harga:

Rp 35.000,00/orang

 

AYAM PENYET IBU YULI (TANGERANG SELATAN)

Bumbunya meresap sampai ke dalam daging ayam. Garing di luar, empuk di dalam.

Bu Yuli, sang pemilik, juga menyertakan jeruk limo pada sambalnya untuk memberikan cita rasa segar. Sambalnya berupa sambal terasi, dengan rasa bawang merah dan bawang putuh yang kuat. Asam pedas, segar!

Sumber: foody.id

Dulunya, restoran ayam penyet ini hanya mampu menampung sekitar 25 pengunjung, tapi setelah diperluas, bisa menampung hingga 50 orang, bahkan Bu Yuli juga telah membuka satu lagi cabang restorannya.

“Ayam penyet Ibu Yuli juara banget sambelnya. Pedasnya endes parah, makanya banyak banget yang makan di sini, sampai antre,” ujar Renaldy, salah seorang pelanggan.

Alamat:

Jl. Legoso Raya No. 88, Ciputat Timur, Tangerang

Kisaran harga:

Rp 25.000,00/orang

 

AYAM PENYET CAFÉ D’PAKAR (BANDUNG)

Mau makan ayam penyet dengan suasana agak beda? Datanglah ke kafe berpanorama tebing ini. Letaknya di kawasan dago Pakar, Bandung Utara. Ayam penyetnya bertekstur empuk dengan sambal pedas dan nasi hangat pulen. Mungkin terlihat biasa dibandingkan dengan sajian ayam penyet di warung atau restoran khusus penyetan. Tapi ya itu tadi, di sini kita bisa menikmatinya dengan pemandangan luar biasa.

Foto: TripAdvisor

Datanglah di pagi hari, apalagi di akhir pekan, karena tahu sendirilah Bandung bagaimana situasinya di Sabtu dan Minggu. Khusus di akhir pekan, restoran ini memang buka sejak pukul 09:00. Sambil menunggu pesanan ayam penyet tiba, sempatkan berfoto dengan latar belakang Tebing Keraton.

Alamat:

Jl. Dago Pakar Utara, Bandung

Kisaran harga:Rp 30.000,00/orang

 

Sumber: Zomato dan berbagai sumber lain.