Menu Masakan Rumahan, Nugget Ayam Pelangi dan Lapis Ayam

Oleh: Triani Retno

Anak-anak umumnya menyukai olahan daging ayam yang satu ini. Tak heran jika banyak keluarga menyediakan nugget ayam di kulkas.

menu-masakan-rumahan-nugget-ayam-pelangi-dan-lapis-ayam

Namun, kadang-kadang muncul kekhawatiran. Aman nggak, sih, sering-sering makan nugget ayam kemasan?

Sebenarnya kita bisa, kok, membuat nugget ayam sendiri di rumah. Salah satunya nugget ayam pelangi ini. Lalu, lapis ayam?

Continue reading “Menu Masakan Rumahan, Nugget Ayam Pelangi dan Lapis Ayam”

Resep Ayam Oh

Oleh: Winny Lukman

Mendekati tahun baru Imlek tanggal 28 Januari, postingan foto-foto di Pasar Semawis menghiasi wall beberapa teman saya yang tinggal di Semarang.  Ah, atmosfer Imlek memang terasa sangat kental di Semarang terutama di Pasar Semawis, yakni pasar malam di daerah pecinan Kota Semarang. Pernak-pernik Imlek seperti hiasan lampion merah, warna yang bagi orang Tionghoa melambangkan kebahagiaan dan rejeki bisa ditemui sepanjang pasar.

Bagi saya, yang pernah cukup lama tinggal di Semarang, saat Imlek seringkali membuat saya terkangen-kangen pada kota yang heterogen ini.   Beberapa sahabat baik saya yang keturunan Tionghoa seringkali mengajak saya mengunjungi Pasar Semawis menjelang Imlek.  Untuk apa lagi kalau bukan untuk berwisata kuliner.  Aneka kuliner khas Semarang maupun peranakan bisa ditemukan di sini.

ayamoh2
Image diambil dari : bisniswisata.co.id

Walaupun bukan keturunan Tionghoa, perayaan Imlek selalu menarik bagi saya.  Biasanya mall-mall besar di Bandung didekorasi meriah dengan warna merah dan emas.  Seni Barongsay juga kerap kali dipertunjukkan di beberapa Mall, sungguh sangat asyik untuk dinikmati.

080216-RHN-BISNIS-17-BARONGSAI
Image diambil dari : bandung.bisnis.com

Hmm…sebagai seorang pecinta kuliner, tentu saya masakan Imlek tak luput dari perhatian saya.  Budaya Tionghoa dan Indonesia saling mempengaruhi dan menghasilkan sedikit perbedaan pada tiap masakan Imlek.  Menarik!

Salah satu sajian Imlek yang sudah disesuaikan dengan budaya Indonesia adalah menu Ayam Oh atau Ayam O atau ayam hitam yang bumbunya menggunakan tauco dan kecap.  Seperti halnya makanan Imlek lainnya yang kaya akan filosofi, tauco atau kecap ini melambangkan warna tanah yang memberikan penghidupan.  Di Indonesia, kecap yang digunakan biasanya kecap manis.  Sedangkan di Cina adalah kecap asin dan kecap ikan.

Penggunaan kecap manis ini sangat Indonesia, alias cerminan budaya Jawa.  Masakan Cina sangat jarang menggunakan bahan manis dan bumbu rempah yang kuat.  Kebanyakan masakan Cina berbumbu ringan dan didominasi oleh bawang putih.

Ayam Oh ala Indonesia ini sudah pasti pas di lidah saya yang Indonesia banget.  Ayam empuk dengan bumbu gurih manis disajikan dalam kuah yang segar, dimakan selagi hangat.  Nyam!

Penasaran ingin mencoba Ayam Oh?  Gampang kok, Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah.

Berikut adalah resep Ayam Oh yang saya modifikasi dari resep di blog Kiyanti2008’s Weblog.

Bahan-bahan yang diperlukan :

1 ekor Ayam Dingin Segar, cuci dan potong-potong (bisa juga dibuang kulitnya)

Rebung kalengan secukupnya, potong-potong dan rebus sebelum digunakan (bisa dihilangkan apabila tidak suka rebung dan ganti dengan wortel).

3 buah kentang, cuci dan potong-potong besar

2 sendok makan tauco, haluskan

6 siung bawang merah, kupas dan iris halus

6 siung bawang putih, kupas dan geprak

1 ruas jahe, kupas dan iris tipis

2 sendok makan kecap manis

Merica secukupnya

Garam kalau perlu karena biasanya tauco sudah terasa asin

1 sendok teh gula pasir

Minyak wijen secukupnya

2 sendok makan minyak goreng

2 liter Air

2 helai bawang daun cuci dan iris halus.

Cara Membuatnya :

Panaskan minyak dan tumis bawang merah dan putih serta jahe hingga wangi.

Masukkan tauco dan minyak wijen. Tumis sampai harum

Masukkan ayam dingin segar, rebung dan kentang

Beri kecap dan tumis sampai rata hingga ayam berubah warna

Tuangkan air

Bumbui dengan merica dan gula. Jika kurang asin tambahkan garam.

Masak sampai ayam dan kentang empuk.

Masak Oh ini harus banyak kuahnya, kalau kurang air tambah lagi. Cicipi sampai rasa pas.

Sebelum api dimatikan masukkan irisan bawang daun. Hidangkan panas-panas.

Image diambil dari : kiyanti2008.wordpress.com

Tips :

  1. Ayam Dingin Segar dapat diperoleh di pasar-pasar modern (mall, supermarket, dan lain-lain), outlet khusus penjual daging ayam, dan pasar tradisional yang penjualnya sudah menerapkan proses dingin.
  2. Belilah Ayam Dingin Segar sesuai dengan kebutuhan. Segera olah sebelum batas akhir masa simpan, agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
  3. Kalau sekiranya daging ayam harus direbus cukup lama hingga mencapai keempukan yang diinginkan, kentang lebih baik dimasukkan setelah ayam empuk, supaya tak hancur.

Selamat mencoba!

Tulisan asli: http://bit.ly/2jsdTrA

Menu Pepes Ayam di Situ Rawa Gede

dhenok-ayam-dingin-segar-camping

Oleh: Dhenok Hastuti

Kadang kita ini terlalu egois berpikir tentang rencana dan kewajiban-kewajiban yang perlu dituntaskan. Berbagai hal menjadi alasan: masih banyak pekerjaan, keuangan sedang tak baik, waktu tak tepat, dan alasan-alasan lain yang bisa terkesan dicari-cari. Padahal badan butuh istirahat. Badan punya hak untuk bersantai. Istilah gaulnya: ‘butuh piknik’. Setidaknya itu pengalaman pribadi 🙂 Maka saat minggu lalu seorang kawan menawari untuk bergabung, camping di Rawa Gede, aku tak butuh waktu lama untuk mengiyakan. Persiapan pun mulai dilakukan, mendata perbekalan, berbagi tugas. Nah, salah satunya makanan. Dan yang terlintas di benakku adalah pepes/pais ayam. Kenapa pilihannya pepes/pais ayam?

Salah satu yang perlu dipertimbangkan ketika kita memutuskan tinggal di alam adalah sesedikit mungkin meninggalkan sampah. Dan sebisa mungkin diusahakan sampah dari bahan organik. Pepes atau pais menggunakan bahan pengemas daun yang ramah lingkungan. Pilihan jatuh pada ayam karena mudah didapatkan, harga terjangkau, dan relatif mudah memasaknya. Aku memasak sendiri lho.. (bangga dah, padahal di bawah aba-aba Nda Unyil 🙂 ) Tak lupa, ayam yang dipilih untuk resep ini adalah Ayam Dingin Segar. Proses rantai dingin akan sangat berpengaruh pada hasil masakan. Rantai dingin sendiri adalah proses pemotongan, pembersihan, pengemasan ayam dalam suhu kurang sekitar 4 derajat Celcius. Tapi sebelum membahas resep pepes ayam, baiklah kuceritakan dulu dengan siapa saja aku merencanakan camping di Rawa Gede ini.

Adalah kawan di dunia perkucingan, Ifriya Wani aka Nda Unyil menawari untuk bergabung. Obrolan sudah dibangun sebelumnya dengan penggagas awal lokasi camping, Lily Turangan. Peserta tak banyak. Selain Lily, Nda Unyil, dan aku, peserta lainnya adalah Wulan bersama dua anaknya, Jingga (9) dan Rakai (7). Obrolan berikutnya digelar di wa grup, dari bahasan mengenai lokasi maupun pembagian tugas membawa perangkat dan logistik. Hingga tibalah hari-H yang direncanakan. Rencana camping persisnya tanggal 12-14 Januari 2014. Dua hari tiga malam. Berhubung aku berangkat dari Bandung, maka aku menginap di rumah Nda Unyil di Bekasi. Dan di sinilah si pepes ayam dibuat.

Menu Pepes Ayam untuk bekal camping

Bahan:
Seekor ayam (lbh kurang 800gr)
Daun melinjo
Daun pisang untuk pembungkus
Jeruk nipis untuk melumuri daging

Bumbu:
Bawang merah
Bawang putih
Cabe merah
Cabe rawit
Jahe
Lengkuas
Kunyit
Kemiri
Serai
Daun salam
Daun jeruk
Garam secukupnya

dhenok-ayam-dingin-segar-camping1

Cara membuat:

  1. Lumuri daging ayam dengan perasan jeruk nipis, biarkan beberapa saat. Cuci bersih, tiriskan.
  2. Kukus ayam untuk menguapkan sebagian airnya dan agar daging lebih awet.
  3. Sambil menunggu ayam setengah matang, haluskan semua bumbu kecuali serai dan daun-daunan. Bagi yang suka rawit utuh, bisa disisihkan sebagian.
  4. Cuci bersih daun melinjo, iris dengan ukuran sesuai selera.
  5. Siapkan daun pembungkus. Ambil selembar daun salam untuk menjadi alas. Letakkan potongan ayam di atasnya, tambahkan bumbu halus. Di atas bumbu taburi irisan daun melinjo, daun jeruk yang disobek-sobek kecil, dan irisan serai.
  6. Kukus hingga matang

Taraaaa… jadi 🙂

dhenok-ayam-dingin-segar-camping3

Nah, ayam dingin segar yang telah tuntas diolah menjadi pepes itu biarkan dingin untuk dibawa dalam perjalanan esok harinya. Untuk mengkonsumsinya, tinggal hangatkan di atas api.

dhenok-ayam-dingin-segar-camping5
Pepes dipanaskan di atas trangia; bocah-bocah bercengkerama.

Logistik dan perlengkapan

Pepes ayam hanya salah satu dari logistik kami. Bagi siapa pun yang akan camping, pastikan tetap logistik cukup untuk bekal selama waktu yang direncanakan. Sekedar mengingatkan, logistik itu bisa berupa:

  1. Beras dan atau sumber karbohidrat lainnya
  2. Makanan instan seperti mie, bumbu, daging/ikan kaleng
  3. Minuman seperti kopi, teh, susu, jahe
  4. Roti dan cemilan lainnya
  5. Lauk pauk yang tahan lama seperti kering kentang
  6. Aneka bumbu dapur
  7. Minyak goreng atau margarin
  8. Sayur dan buah
  9. Madu dan gula merah, untuk minuman sekaligus penambah energi
  10. Dll, yang sekiranya dibutuhkan dan aman untuk dikonsumsi dalam beberapa hari

Lalu perlengkapan apa yang perlu disiapkan untuk kebutuhan tinggal di alam ini?

Berada di alam bersama sebuah kelompok, mau tak mau musti mengesampingkan ego pribadi. Melakukan pekerjaan secara bersama-sama dan berbagi kewajiban membawa perlengkapan kelompok. Yang termasuk dalam perlengkapan kelompok adalah:

  1. Tenda
  2. Matras/terpal
  3. Alat masak (kompor gas/trangia set/nesting beserta bahan bakarnya, gas/spiritus)
  4. Jerigen atau botol besar untuk menampung air

Sedangkan perlengkapan pribadi yang perlu disiapkan

  1. Carrier atau ransel yang kuat
  2. Celana panjang kain (PDL)
  3. Sleeping bag, pilih yang tipis-ringan-hangat
  4. Jaket gunung, pilih dari bahan yang tahan angin dan air sekaligus hangat dan cepat kering
  5. Jas hujan atau ponc
  6. Sepatu, pilih khusus sepatu outdoor jika medannya sulit
  7. Sandal
  8. Baju ganti secukupnya
  9. Sweater atau baju hangat
  10. Kaos kaki dan sarung tangan
  11. Alat makan dan minum seperlunya (piring, gelas, sendok-garpu)
  12. Perangkat kegiatan outdoor seperti pisau, korek api, tali, senter, lampu (misal, emergency lamp), pemantik api (antisipasi kalau korek api tak berfungsi), dsb.
  13. Obat-obatan pribadi, dari yang standar seperti minyak oles/urut, obat demam, obat diare, obat lambung, krim anti  nyamuk, hand sanitizer, dll, dan obat-obatan penyakit tertentu yang diderita
  14. Aneka perangkat mandi
  15. Alat pembersih seperti lap dan tissu
  16. Sabun cuci; bisa jadi ada larangan menggunakan sabun cuci, tapi bisa disiapkan saja
  17. Koran bekas, antisipasi hawa dingin dan bias menjadi pemancing untuk membuat api unggun
  18. Plastik dalam beberapa ukuran; untuk tempat sampah dan pembungkus barang
  19. Untuk lokasi-lokasi rumit disarankan menggunakan Treckking Poles
  20. Kamera bersama baterai cadangan; untuk kamera menggunakan hp, powerbank juga akan diperlukan.
  21. Kompas
  22. Carabiner

Semua barang itulah yang kami bawa menuju lokasi camping. Pada kegiatan outing, ada pertimbangan standar berat bawaan yakni 1/3 berat badan. Jadi pastikan berat bawaan Anda masih cukup nyaman untuk membebani punggung. Situ Rawa Gede sendiri tak membutuhkan perjalanan kaki yang jauh. Kendaraan masih bisa menuju titik paling dekat dengan rawa. Jalan sudah terhitung bagus. Pada dua titik ada tanjakan dan tikungan yang curam dan tajam. Selebihnya masih bisa ditoleransi. Lebih detil tentang Rawa Gede akan kutuliskan dalam catatan lain. Tapi mari berkenalan sedikit.

Rawa Gede adalah sebuah danau alami di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Beberapa objek wisata cukup dikenal di daerah ini, seperti Gunung Batu dan Curug Cipamingkis. Rawa Gede masih terhitung baru. Dibuka sekitar tiga tahun lalu dengan dana dari desa dan swadaya masyarakat. Situ dikelilingi perbukitan yang hijau sejauh mata memandang. Rawa Gede dapat menjadi alternatif bagi yang membutuhkan suasana tenang, jauh dari hiruk pikuk kota. Bahkan jauh dari keriuhan media sosial. Tak ada sinyal dan jaringan internet di lokasi ini. Bahkan listrik pun terbatas.

Rawa Gede berada di RT 04 RW 05 Desa Sirnajaya. Ketua RT, Usup mengatakan, dari 100 KK di wilayahnya, baru 7 rumah yang memiliki kwh meter. Sebagian rumah saling berbagi dengan kabel sambungan yang dibuat sendiri, pembayaran dengan sistem berbagi pulsa token. Untuk menghemat, penggunaan listrik pun dibatasi. Perangkat elektronik baru akan dinyalakan pada sore hari, dan segera dimatikan pada pagi hari. Jadi, di Rawa Gede selain menyepi juga untuk belajar bersabar 🙂

Maka begitulah, siang itu, Kamis, 12 Januari 2017 kami berlima (Lily berhalangan ikut) tiba di pintu gerbang masuk area situ, setelah melewati perjalanan sekitar 3 jam dari Cileungsi. Ditambah perjalanan kaki sekitar 300 meter karena sopir tak berani melewati tanjakan terakhir. Dengan membayar Rp 5.000,00 pengganti tiket masuk, kami menuju rumah Pak RT untuk mengabari tujuan camping di sisi situ. Bagi yang tak camping, tapi ingin menikmati pergantian hari di sini, beberapa bilik disediakan di bangunan yang berjajar pada satu sisi situ. Cukup membayar Rp 10.000,00 sehari ke pemilik rumah.

dhenok-ayam-dingin-segar-camping4

Selamat menjelajahi alam, kawans! Tunggu cerita lebih detil tentang camping di Situ Rawa Gede yaaa.. 🙂

Tulisan asli: http://dhenok.net/menu-pepes-ayam-di-situ-rawa-gede/

Empat dari Tujuh Presiden Indonesia Ternyata Penggemar Hidangan Ayam, Loh!

Oleh: Winny Lukman

Bagi pedagang makanan kaki lima alias angkringan, tiba-tiba diundang ke istana presiden untuk menyuguhkan makanan jualan mereka kepada para mentri, presiden dan juga keluarganya bisa jadi merupakan kejutan awal tahun yang istimewa dan tak disangka-sangka.  Nah, ini terjadi pada sidang kabinet paripurna yang digelar Presiden Joko Widodo bersama para mentrinya di Istana Bogor awal Januari tahun ini.

Salah satu pedagang angkringan yang beruntung diundang presiden ke Istana Bogor adalah pedagang sate Madura yang biasa mangkal di kawasan Jembatan Merah Bogor.  Tak tanggung-tanggung, Presiden Joko Widodo memesan sebanyak 125 porsi sate ayam untuk dihidangkan pada saat makan siang presiden dengan para mentrinya!

ayam-dingin-segar-sate-ayam
Image diambil dari Liputan6

Konon, Presiden Joko Widodo dan putra-putrinya, Kaesang dan Kahiyang memang sangat suka membeli makanan dari para pedagang angkringan.  Pada acara tahun baru kemarin pun mereka mengundang pedagang nasi goreng ke istana.

Saat masih tinggal di kota asalnya, Solo, Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo juga mempunyai warung makan angkringan favorit yang sangat sederhana, warung yang hanya beratap seng dan kain kuning.

Mmm…memang jangan pernah remehkan kelezatan makanan yang dihasilkan oleh para pedagang makanan angkringan.  Masakan-masakan asli Indonesia yang mereka sajikan itu seringkali bikin kangen dan ketagihan!

Dari hasil googling, ternyata tidak hanya Presiden Joko Widodo yang senang menikmati hidangan masakan asli Indonesia.  Para presiden Indonesia terdahulu ternyata suka berwisata kuliner masakan asli Indonesia loh.

Mendiang Presiden Soekarno memiliki makanan favorit pais ikan alias pepes ikan, pepes ikan yang paling disukai beliau adalah pepes ikan gebu dan ikan buli khas Bengkulu.

Mendiang Presiden Soeharto juga mempunyai kesukaan terhadap masakan asli Indonesia, diantaranya ayam bakar Taliwang.  Ayam kampung muda yang baru berusia 45 hari diolah dengan bumbu plecing dan dibakar sampai matang adalah menu favorit Presiden RI kedua yang kerap bersantap di rumah makan yang menyajikan hidangan khas Lombok/Sasak.

Presiden RI ketiga, yakni Presiden Habibie sangat menyukai ayam goreng dari rumah makan padang.  Beliau biasa menikmatinya dengan ditemani jus terong campur sirsak.

Sama seperti Presiden Habibie, Mendiang Presiden Abdurrahman Wahid juga penikmat hidangan dari rumah makan padang.  Beliau dikenal sangat menyukai dendeng batoko, gulai otak dan limpa sapi.

Sementara itu, Presiden Megawati memiliki makanan favorit dari sebuah warung ikan bakar di Gianyar, Bali yakni udang bakar dan sambal terasi.

Tidak hanya Presiden Jokowi, Habibie dan Soeharto yang menu favoritnya hidangan ayam,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga paling suka hidangan ayam, yakni soto ayam dan ayam goreng berbumbu khas Indonesia.

Hmmm…ternyata 4 dari 7 presiden Indonesia menyukai hidangan yang sama dengan saya, hehehe, sama-sama penyuka hidangan ayam!

Daging ayam itu memang menu bergizi dan andalan para ibu Indonesia untuk keluarga tercinta.  Disajikan saat sarapan, makan siang maupun malam pakai nasi hangat dan sambal pedas.  Wuiiiiih! Nyam!

Jadi  ke-ide-an hari ini meluncur dulu ke supermarket belanja daging ayam dingin segar.  Mau bikin ayam goreng ala ala rumah makan Padang seperti kesukaan Pak Habibie ah!  Habis makan ayam goreng, minumnya jus buah dingin. Ulala, paduan menu paling pas disantap saat udara Bandung lagi panas akhir-akhir ini.

Baca juga: Tips Ayam Dingin Segar

Atauuu… bikin sate ayam bumbu kacang seperti kesukaan Presiden Joko Widodo, ya? Aaaaah jadi kebayang-bayang sate ayam bumbu kacang yang cacahan kacangnya dibuat nggak terlalu halus, pakai kecap kental manis, tercium wangi bakarannya, mmm…  bikin  tambah laper baper nih.

Baca juga: Resep Ayam Bumbu Sate

Eh, kabarnya tanggal 15 Januari nanti,  Presiden Joko Widodo akan kembali mengundang para pedagang angkringan ini ke Istana Bogor loh!  Entah untuk acara apa.  Menunya sate ayam lagi nggak ya? Dan siapakah pedagang angkringan yang beruntung berikutnya?  Para pedagang angkringan di Bogor layak harap-harap cemas dan bahagia nih!

ayam-dingin-segar-sate-ayam-2
Image diambil dari Kompas

Tulisan asli: https://winnylukman.com/2017/01/11/empat-dari-tujuh-presiden-indonesia-ternyata-penggemar-hidangan-ayam-loh/

Merayakan Tahun Baru dengan Olahan Raw Ayam Dingin Segar

Oleh: Dhenok Hastuti

For Cats? Of course-laaaaah 🙂 Ketika pada perayaan tahun baru para orang tua menyiapkan hal istimewa untuk keluarga, demikian pula halnya ibu meong, berusaha memberikan perayaan khusus buat anak-anak meong 🙂 Ayam raw itu istimewa. Karena sejauh ini belum menjadikannya rutin. Hanya Aa Naga saja, itu pun sehari sekali. Selebihnya diusahakan paling banter hanya 2-3 kali seminggu. (Baca di catatan sebelumnya: raw daging ayam untuk kucing.)

Malam pergantian tahun langit Bandung dipenuhi warna-warni cahaya, tapi dibarengi hiruk pikuk suara yang tak semata mengganggu sebagian pendengaran manusia, tapi juga memunculkan ketakutan tersendiri terhadap binatang peliharaan, specially kucing. Maka dari beberapa hari lalu kusiapkan raw ayam yang sedikit berbeda. Rencananya menggunakan bahan fillet ayam, tapi ternyata tak kebagian. Sepertinya fillet dada ayam menjadi pilihan terbanyak acara perayaan malam tahun baru. Baiklah, daging yang tersedia saja. Tentu saja dari daging ayam dingin segar. Mengapa sih musti ayam dingin segar? Ayam dingin segar diproses dalam sistem rantai dingin, di bawah suhu 4°C, sehingga bisa tahan 1-2 hari jika disimpan dalam refrigerator. Bahkan yang beku, bisa tahan sampai 6 bulan. Lebih lengkapnya cari informasinya di sini.

Olahan raw ayam ini sebetulnya tak istimewa-istimewa amat, pun tak terlalu rumit. Yang bikin rumit adalah proses penyiapannya, butuh kesabaran karena belum juga si ayam diiris-iris, pasukan sudah siap serbu. Bisa dibayangkan ketika gank kucing berjumlah lebih dari 15 ekor. Rumit kan?

Yang dibutuhkan di sini hanya daging ayam sebagai bahan utama, kuning telor, dan minyak ikan. Kuning telor pun mentah? Yup! Kalau manusia memanfaatkan kuning telor mentah sebagai jamu, pun pada penanganan beberapa gangguan penurunan imunitas, kuning telor mentah menjadi salah satu menu yang disarankan vet. Sedangkan minyak ikan adalah salah satu suplemen yang dianjurkan pula untuk kesehatan kucing. Selain bahan utama, dibutuhkan wadah sejumlah kucing yang akan diberikan menu raw. Idealnya menggunakan wadah kecil bertutup yang bisa dimanfaatkan ulang. Tapi berhubung tak tersedia, aku menggunakan wadah plastik kecil berperekat.

Cara mengolah:

  1. Potong daging dan tulang ayam. Ingat di catatan sebelumnya, komposisinya adalah 80% daging, 10% tulang, 10% organ (hati, ampela, jantung, ginjal, dsb. Lalu masukkan masing-masing ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Pertimbangan jumlah raw adalah 3% berat badan kucing. Berhubung agak sulit untuk harus memberi nama masing-masing kemasan lengkap dengan ukuran berat badan, maka jumlah disamakan. Saat pemberian saja ada pengira-ngirakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. Kocok kuning telor di tempat terpisah. Pada masing-masing wadah, masukkan sesendok kuning telor.
  3. Setelah selesai, masukkan semua campuran ayam dan kuning telor ke dalam freezer. Simpan selama 3 hari. Lalu kapan minyak ikan dicampurkan?
  4. Hari ketiga, keluarkan campuran daging ayam dan kuning telor. Rendam dalam air panas untuk mengurai kebekuan. Saat campuran raw sudah siap makan, masukkan minyak ikan.
  5. Selesai sudah, siap santap.

blog-dhenok-hastuti-olahan-raw-ayam-jadi

Apakah  kucing suka? Sebagian besar kucing di rumah suka raw. Jadi jangan tanya. Lahap! Terutama bocah-bocah yang sedang dalam masa pertumbuhan. Bahkan lelehan kuning telor di piring pun, tandas. Si bayi jalanan tanpa induk yang sedang dalam perawatanku pun, dengan penuh nafsu ikut menyerbu. No no no! Bayi tak boleh!

Meski kuning telor banyak disarankan vet untuk mendongkrak ketahanan tubuh kucing, terutama saat ditemui gejala tak mau makan, tapi kuning telor tidak direkomendasikan untuk kucing yang sedang mengalami diare dan atau muntah. Karena malah dapat memperburuk kondisi mereka. Tapi, penanganannya kembali ke ayam. Maksudnya?

Dalam setiap 100 gr daging ayam mengandung 74 persen air, 22 % protein, 13 mg kalzium, 190 mg fosfor, dan 1,5 mg zat besi. Daging ayam mengandung vitamin A, C dan E. Kadar lemak dalam ayam terhitung rendah, dan termasuk asa lemak tak jenuh. Maka daging putih ini cocok untuk menjadi salah satu sumber protein semua usia, dari usia balita hingga lanjut usia; bagi mereka yang sehat, sakit, maupun dalam proses pemulihan. Bukan hanya bagi manusia, produk unggas ini juga baik untuk binatang perliharaan (karnivora tentunya). Dokter hewan langganan anak-anak  meong di rumah, drh. Sri Rejeki, kebetulan sangat pro penanganan alami. Hal pertama yang selalu disarankan untuk mengatasi gangguan lambung dengan gejala diare atau muntah adalah dengan hentikan sementara makanan, berikan hanya kaldu tulang ayam. Saat berangsur pulih, baru daging ayam rebus bisa ditambahkan. Setelahnya, berikan daging ayam dalam porsi kecil tapi dengan frekuensi lebih sering untuk mendongkrak imunitas.

Bicara soal kaldu tulang ayam, dalam tiap cangkir kaldu ini terkandung sekitar 6 gram protein,  dan banyak mineral seperti fosfor, kalsium, kalium. Dua mineral pertama baik untuk tulang dan gigi. Sedangkan kalium membantu memindahkan nutrisi dari dalam sel dan bertugas membuang limbah keluar dari sel. Proses memasak tulang ayam untuk diambil kaldunya ini membutuhkan suhu rendah dan proses lambat. Tujuannya untuk memecah jaringan ikat pada daging; selain untuk mendapatkan kolagen, juga gelatin dalam kaldu. Seperti diketahui, gelatin dapat membantu pencernaan dan baik untuk proses penyembuhan. Bagi kebutuhan manusia, pada proses perebusan dapat ditambahkan beberapa sayuran seperti wortel, bawang bombay, bawang putih, dan jahe. Kaldu tulang ayam ini, baik versi untuk manusia maupun pet, dapat dibuat dalam jumlah banyak untuk disimpan dalam lemari pendingin.

So, ini bukan semata berbagi tentang raw buat kucing. Tapi pentingnya memberikan yang terbaik untuk keluarga tercinta. Ayam adalah daging yang mudah didapatkan dan disukai anak-anak. Selain itu, ayam juga memberikan manfaat kesehatan. Dan jangan lupa, tetap jadikan daging ayam dingin segar sebagai pilihan. Mari mamaaaaam.. 🙂

princess-temong-mamam-raw-ayam-dingin-segar
Princess Temong mamam raw ayam dingin segar. 🙂

Tulisan asli: http://dhenok.net/merayakan-tahun-baru-dengan-olahan-raw-ayam-dingin-segar/

8 Mitos tentang Makanan di Indonesia

Oleh: Triani Retno

Disadari atau tidak, ada banyak mitos di sekitar kita. Karena terbiasa mendengarnya, kita kerap menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.

Berikut ini 8 mitos tetang makanan yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari.

milkshake-dan-mitos-tentang-makananMitos 1. Minum air es ketika hamil membuat janin menjadi gemuk

“Eehh… kalau lagi hamil jangan minum air es. Ntar gemuk, lho. Susah ngelahirinnya.”

Pernah dengar kalimat serupa itu? Tak sedikit ibu hamil yang patuh begitu saja. Padahal, itu tak sepenuhnya benar. Yang membuat gemuk bukan minum air esnya, melainkan apa yang ada di dalam air es itu. Kalau hanya air putih dingin, tidak masalah.

Masalahnya, kita senangnya minum air es yang sudah berupa es cendol, es teler, milkshake cokelat, dan sebagainya. Gula dan karbohidrat dalam minuman itulah yang membuat gemuk, bukan air esnya.

Mitos 2. Makan kelapa parut menyebabkan cacingan

“Jangan makan kelapa parut! Nanti cacingan baru tau!”

Tak sedikit orang tua yang melarang begitu. Mitos ini muncul karena kelapa tua yang sudah diparut bentuknya mirip cacing kremi.

Cacingan sendiri terjadi karena kebiasaan yang tidak bersih. Habis bermain atau memegang binatang, langsung menggunakan tangan untuk makan tanpa mencucinya terlebih dulu. Kalau tangan dan makanan kita bersih, tenang saja deh.

Mitos 3. Menelan biji jeruk, nanti akan tumbuh pohon jeruk.

Anak-anak kecil kerap takut akan tumbuh pohon dari dalam tubuhnya jika tak sengaja menelan biji buah-buahan seperti jeruk dan semangka. Parahnya, orang tua pun suka menakut-nakuti sehingga mitos ini semakin subur.

Faktanya, tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk bisa tumbuh. Bukankah di dalam tubuh kita tidak ada matahari?

Mitos 4. Daging ayam yang bagus adalah yang dihinggapi lalat.

Bukan baru sekali ada kabar tentang daging ayam berformalin dijual bebas di pasar (tradisional dan modern). Jelas meresehkan, dong. Siapa pun tahu bahaya formalin bagi kesehatan, dari mengakibatkan diare hingga memicu kanker.

Lalu, ada yang memberikan tips. Jika akan membeli daging ayam, perhatikan apakah ada lalat yang mengerubungi. Jika ada, berarti daging ayam itu tidak pakai formalin. Lalat tidak mau hinggap pada daging ayam yang berformalin.

Di satu sisi, tips tersebut terdengar benar. Faktanya, tidak aman membeli daging ayam yang sudah dihinggapi lalat.

Idealnya, setelah dipotong daging ayam harus berada dalam suhu di bawah 4 derajat Celcius. Kondisi dingin tersebut dipertahankan sampai daging ayam dingin segar akan dimasak. Mengapa demikian?

Pertama, dalam suhu ruang, bakteri akan mulai berkembang biak empat jam setelah ayam dipotong. Bukan hanya satu-dua bakteri, melainkan jutaan bakteri.

Kedua, lalat membawa bakteri dari mana-mana. Ketika ia hinggap di daging ayam, bakteri-bakteri itu pun akan hinggap di sana.

Ketiga, bakteri tidak bisa berkembang biak pada suhu di bawah 4 derajat Celcius. Dengan demikian, ayam dingin segar justru lebih higienis. Namun, perlu diperhatikan: pendinginan dilakukan sesegera mungkin setelah ayam dipotong. Bukan sore hari ketika daging ayam telah berjam-jam berada di udara terbuka.

Ingin tahu lebih banyak tentang ayam dingin segar? Klik di sini, ya.

Mitos 5. Timun menyebabkan keputihan

timun-dan-mitos-tentang-makanan“Eh, perempuan jangan makan timun. Ntar keputihan, lho.”

Pernah mendapat larangan seperti itu lalu tak jadi makan timun? Nutrifood Research Center menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara makan timun dengan keputihan. Hal ini diungkapkan dalam buku Buka Fakta 101 Mitos Kesehatan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Keputihan sendiri disebabkan oleh infeksi (parasit, jamur candida, bakteri, virus) dan kebersihan yang kurang terjaga (cara membilas setelah BAB dan BAK yang tidak benar, jarang berganti celana dalam).

Mitos 6. Banyak makan wortel supaya mata sehat

Wortel memang kaya dengan vitamin A (betakaroten) yang bagus untuk kesehatan mata. Namun, bukan berarti kita boleh makan wortel sebanyak-banyaknya.  Terlalu banyak betakaroten dalam tubuh justru bisa membuat tubuh mengalami gangguan metabolisme. Begitu kata ilmuwan-ilmuwan dari Ohio State University.

Kalau kata Kak Rhoma, “sedang-sedang saja”. Tidak terlalu banyak tapi juga tidak kekurangan.

Mitos 7. Jangan makan telur, nanti bisulan!

Ada, lho, orangtua yang melarang anak-anaknya makan telur. Katanya supaya tidak bisulan. Padahal, telur mengandung banyak protein dan asam amino esensial yang bagus untuk pertumbuhan.

Bisulan bukan karena makan telurnya, melainkan karena tubuh hipersensitif atau alergi pada makanan tertentu (misalnya telur, ikan laut, udang, dan selai kacang). Salah satu reaksinya adalah bisulan itu.

Mitos 8. Makan mangga muda supaya tidak mual ketika hamil

Yang namanya hamil muda, wajar jika merasa mual bahkan muntah. Hal ini terjadi karena ada perubahan hormon di dalam tubuh ibu hamil. Lidah pun terasa asam atau pahit jadinya.

Pada beberapa ibu, makan mangga muda mungkin bisa menghilangkan rasa mual. Namun, pada sebagian ibu lainnya justru berbahaya. Asam dari mangga muda itu bisa mengiritasi lambung. Akan berbahaya jika ibu memiliki penyakit maag. Makanan yang asam-asam, kan, dipantang bagi penderita sakit maag.

Untuk mengatasi rasa mual itu, cobalah mengonsumsi biskuit, sayuran yang sudah dikukus atau direbus, dan buah yang kaya serat (tetapi tidak asam).

Hm… selain 8 mitos itu, ada mitos apalagi ya tentang makanan? Mungkin di daerahmu ada mitos-mitos lainnya?

Tulisan asli: http://bit.ly/2itv0X4

Ada Apa dengan Ayam Dingin Segar di 2017?

Oleh: Winny Lukman

“Win, mau lapor nih, sosialisasi ayam dingin segar sudah sampai Bintaro.  Saya terima broadcast di grup WA warga Bintaro bahwa tanggal 18 Desember ada sosialisasi ayam dingin segar di CBD Bintaro, kami semua dihimbau untuk datang karena program ini akan sangat bermanfaat untuk keluarga,” demikian isi WA seorang sahabat baik saya beberapa minggu yang lalu

Ah, senangnyaaaa.  Sosialisasi ayam dingin segar sudah mulai sampai ke para ibu di komplek-komplek perumahan di Jabodetabek ternyata!

Dalam road show ini masyarakat akan diedukasi bagaimana memilih ayam segar, mengingat saat ini banyak sekali ayam yang dijual di pasaran tidak segar.  Serunya, selain edukasi, akan ada demo masak dari chef serta lomba memasak untuk para ibu yang tentu saja dengan bahan baku utama ayam dingin segar yang segar,praktis dan serbaguna.

Alhamdulillah, Food Truck Road Show pertama telah sukses dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2016 yang lalu di CBD Bintaro, Tangerang.  Selanjutnya Kampanye Ayam Dingin Segar Kementerian Pertanian kembali akan mengadakan event Food Truck Road Show- Fun Cooking Demo di beberapa lokasi wilayah Jakarta dan sekitarnya di bulan Januari sampai bulan Juni 2017.

Selama road show berlangsung, tidak akan ada kegiatan menjual ataupun mempromosikan produk brand apapun.  Di acara ini, komunitas ibu-ibu dan warga di sekitar lokasi hanya akan diajak untuk ikut serta dalam Demo Masak Bersama Chef dan diberikan edukasi tentang apa itu ayam dingin segar, dimana ayam dingin segar adalah daging ayam yang diproses dari ayam sehat dibawah lini produksi yang berstandar dan aman, yang langsung melalui proses pendinginan setelah pemotongan hingga pengemasan. Daging ayam disimpan disuhu terjaga 4 derajat Celcius (atau kurang). Keseluruhan proses produksi berada dalam keadaan dingin, dari rumah potong unggas hingga ke pasar dan konsumen. Proses ini juga meliputi pengiriman produk ke konsumen dan penyimpanan untuk menjamin kualitas secara keseluruhan.

“Food Truck Road Show merupakan kampanye Ayam Dingin Segar tahap kedua dimana Tim kampanye akan melakukan event road show di beberapa lokasi di Jabodetabek menggunakan food truck yang didesain khusus, melakukan edukasi tatap muka kepada masyarakat bahwa Ayam Dingin Segar itu Segar-Praktis-Serbaguna” ujar Ibu Sri Mukartini, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Indonesia.

food-truck-ayam-dingin-segar

Ditambahkan Ibu Sri Mukartini, selain edukasi, juga ada demo masak, lomba masak, kuis interaktif, dan berbagai acara menarik lainnya.  Seperti Food Truck Road Show yang pertama, untuk selanjutnya juga akan tetap ada seorang chef yang berbagi resep-resep istimewa di lokasi-lokasi berikut yang sudah ditetapkan, bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat, warga komplek, dan tokoh masyarakat setempat.

food-truck-ayam-dingin-segar2

Kalau selama food truck road show tidak menjual produk, lalu dimana masyarakat bisa mendapatkan ayam dingin segar? Demikian pertanyaan dari beberapa ibu yang datang ke acara.  Ayam dingin segar dapat dengan mudah dibeli di supermarket dan hypermarket, di Outlet khusus penjual daging ayam, serta pasar tradisional yang penjualnya sudah menerapkan proses dingin (adanya chiller).

Keterangan lebih lanjut tentang lokasi Food Truck dapat di akses melalui www.ayamdinginsegar.com atau Facebook, Instagram dan Twitter #ayamdinginsegar.  Simak terus ya, siapa tahu Food Truck Road Show akan merapat ke dekat komplek rumah Anda.  Jangan lewatnya keseruan dan keceriaan bersama ayam dingin segar di tahun depan ya!  Selamat menyambut tahun baru 2017!  Tetap berikan yang terbaik untuk keluarga tercinta!

ayam-dingin-segar-2017

Tautan: https://winnylukman.com/2016/12/27/ada-apa-dengan-ayam-dingin-segar-di-2017/

7 Tips Belanja Hemat

Oleh: Triani Retno

Hemat tidak sama dengan pelit. Hemat berarti berhati-hati dalam membelanjakan uang. Ini dia 7 tips untuk berbelanja secara hemat.

tips-berbelanja-hemat-dan-cermatBelanja Hemat, Belanja Cermat  − Pernah nggak mengalami dari rumah mau belanja apa, eh… sampai tujuan malah belanja yang lain? Yang begitu itu sering bikin kesel sendiri ketika sudah di rumah. Keselnya belakangan, ketika menyadari dompet sudah menipis. Pas belanjanya sih nggak kesel. Hehe…

Supaya nggak kesal dan menyesal kemudian, kita bisa kok berbelanja secara hemat dan cermat.

Tips Belanja Hemat

Yang perlu kita pahami, hemat tidak sama dengan pelit. Hemat berarti berhati-hati dalam membelanjakan uang. Jadi, bukannya sama sekali tidak membelanjakan uang, juga bukan menawar sesadis mungkin demi mendapatkan harga termurah.

Nah, ini dia tips untuk berbelanja hemat.

  1. Buat catatan belanja.

Catat apa saja yang akan dibeli dan jumlahnya. Misalnya minyak goreng 2 liter, telur ayam 1 kilogram, dan detergen 1 kilogram.

Ingat, catatan belanja ini jangan sampai tertinggal di rumah, ya.

  1. Bawa uang secukupnya.

Dengan membuat catatan belanja, kita bisa mengira-ngira berapa uang yang harus kita keluarkan. Boleh melebihkan uang yang dibawa sekadar untuk berjaga-jaga. Namun, lebihnya tidak sampai berlebihan, lho.

Membawa uang berlebihan cenderung membuat kita tergoda untuk membeli barang yang sebetulnya tidak kita perlukan.

  1. Berbelanja mingguan atau bulanan.

Berbelanja bulanan, atau paling tidak mingguan, lebih dianjurkan daripada berbelanja harian. Ongkos transpor atau BBM bisa lebih hemat, penggunaan waktu pun lebih efisien.

Jika memungkinkan, belilah produk seperti shampo, detergen, atau minyak goreng dalam kemasan besar (bukan kemasan sachet sekali pakai). Berbelanja seperti ini lebih hemat karena mencegah kita bolak-balik ke toko gara-gara kehabisan persediaan di rumah.

Begitu juga untuk produk makanan segar seperti buah, sayur, dan daging ayam. Belilah untuk kebutuhan satu minggu sekaligus. Ada baiknya membawa thermal bag supaya belanjaan seperti ayam dingin segar tetap dalam kondisi dingin hingga tiba di rumah. Sampai di rumah, jika belum akan memasak, masukkan ayam dingin segar ini ke kulkas. Kondisi tetap beku atau tetap dingin ini dapat mencegah perkembangbiakan bakteri. Dengan begitu, daging ayam tetap segar dan higienis.

thermal-bag-untuk-ayam-dingin-segar
Thermal bag. Model tasnya macam-macam, koq.
  1. Bandingkan harga.

Bandingkan harga barang-barang yang sejenis. Kalau ukuran dan kualitasnya sebanding, masih perlukah mengejar gengsi dengan membeli barang bermerek ternama?

  1. Mencermati diskon dan promo.

Diskon dan promo memang menarik. Namun, tetaplah cermat dalam berbelanja. Tanpa kita sadari, diskon dan promo sering membuat kita berbelanja lebih banyak daripada biasanya. Alasan kita klasik banget, “Mumpung sedang diskon.” Padahal, belum tentu kita benar-benar membutuhkan barang tersebut.

Selain itu, tak jarang ada jebakan Batman dalam diskon ini. Ada toko-toko yang nakal menaikkan harga barang sampai dua kali lipat sebelum kemudian mendiskonnya. Kita merasa mendapat diskon besar, padahal sebenarnya tetap membeli dengan harga awal.

Btw, bawa smartphone, kan? Nah, langsung saja cek harga barang itu di internet.

  1. Makan dulu sebelum berbelanja.

Perut lapar sering membuat kita tergoda untuk membeli makanan lebih banyak daripada yang kita perlukan. Atau… malah tergoda untuk mampir ke resto setelah selesai berbelanja.

Ini, sih, berbelanjanya hemat tapi boros di acara makan-makannya.

  1. Berbelanja di tempat terdekat.

Ini akan membuat kita menghemat bahan bakar atau ongkos transpor. Kalau di depan kompleks ada toko yang cukup lengkap dan harganya relatif murah, kenapa harus jauh-jauh ke hypermarket ternama? Selain biaya transpor, perhitungkan juga waktu dan kemacetan.

Naaah, ternyata bisa, kan, berbelanja hemat. Omong-omong, selama ini poin mana, nih, yang paliiing sering tidak dilakukan? (*)

Tulisan asli: http://www.trianiretno.com/2016/12/7-tips-belanja-hemat.html?spref=fb

Ayam Bumbu Rujak untuk Menu Natal atau Tahun Baru

Oleh: Dhenok Hastuti

Dulu, jauh sebelum mengenal berbagai macam ayam –termasuk proses ayam dingin segar, daging ayam yang kukenal adalah dari ayam kampung. Ayam yang dipelihara dari kecil bahkan dari telor menetas, yang ketika sudah cukup umur dapat dipotong untuk dikonsumsi. Masakan berbahan daging ayam biasanya dibuat pada momentum yang istimewa. Misalnya ada kunjungan keluarga jauh atau perayaan hari besar seperti Lebaran dan Natal. Salah satu masakan istimewa itu adalah Ayam Bumbu Rujak.

blog-dhenok-hastuti-ayam-bumbu-rujak

Ya, masakan ini selalu mengingatkan pada masa kecil. Makan daging ayam sesekali saja. Itu pun kalau ada ayam kedapatan sakit. Sebelum sakit berlanjut atau malah mati, didhisiki, potong! Syukur Alhamdulillah Puji Tuhan, kok ya kami tak ada yang sakit karena makan daging ayam tak sehat hehehe.. Yang lebih mengerikan lagi adalah ketika kudu mengikuti prosesi itu. Prosesi potong ayam! Siapa pun yang lagi ada di rumah akan ketiban tugas untuk memegang leher si ayam, sedangkan bapak yang bertugas sebagai algojo. Di masa itu belum ada pedagang ayam potong di kampung halaman. Kalau sekarang, mendapatkan daging ayam lebih mudah dan banyak pilihan. Pastinya termasuk ayam dingin segar yang diproses melalui rantai dingin.

Ayam Bumbu Rujak sendiri aku tak tahu persis berasal dari daerah mana. Masakan ini cukup familiar untuk masyarakat Jawa Timur. Selain menjadi bagian dari masakan rumahan, menu ini pun dapat ditemukan di berbagai rumah makan, baik yang berskala kecil maupun besar. Dan di keluargaku, tradisi menyuguhi kerabat dengan olahan Ayam Bumbu Rujak ini masih berlaku hingga kini. Anehnya, meski bukan penyuka daging ayam, tiap kali pulang kampung dan kakakku membuatkan menu ini, selalu tandas. Biasanya akan kupilih bagian yang banyak tulangnya. Terasa nikmat untuk digigit dan dihisap. Ada rasa pedas yang kental, dengan semburat gurih-manis-asem. Tentu saja bagi yang suka atau sebaliknya kurang suka dengan rasa-rasa ini bisa mengurangi atau menyesuaikan dengan keinginan lidahnya. Nah, si saiyah yang tak pintar memasak dan sesungguhnya bukan penyuka ayam ini, berniat untuk menjajalnya. Bisa dijadikan santapan tak biasa di Natal atau Tahun Baru nanti. Pilihannya ya ayam yang tulangnya enak buat dikremus-kremus: sayap. Tak lupa, pilihannya ayamnya juga ayam dingin segar.

Uji coba masakan dilakukan Hari Minggu kemarin, di dapur Ibu Meong. Berhubung tak ingin ketahuan alat-alat masaknya yang ala kadarnya, maka gambar yang ditampilkan hanya bahan dan hasil jadinya saja 🙂 Ah iya, resepnya tentunya tak kukarang sendiri. Minta contekan ke kakak dengan beberapa penyesuaian 🙂

Ini dia bahan-bahannya….

Bahan utama:

*Sayap ayam 1 kg

Bumbu:

  1. Bawang merah 8 butir.
  2. Bawang putih 4 siung.
  3. Cabe merah 2 buah; lebih bagus menggunakan cabe tanjung agar merahnya lebih mencrang.
  4. Cabe rawit besar 20 buah; ada yang suka menggunakan cabe keriting.
  5. Kemiri 3 butir, sangrai sebentar.
  6. Terasi ½ sdt.
  7. Garam 2 sdt.
  8. Gula merah, sisir jadi kira-kira 2 sdt.
  9. Air asam jawa 2 sdm; siapkan juga air asam untuk melumuri ayam sebelum dimasak.
  10. Santan kental 500 ml.
  11. Santan cair 300 ml.
  12. Daun jeruk 3 lbr.
  13. Serai 2 batang; gunakan bagian putihnya saja, geprek bagian pangkalnya.
  14. Lengkuas 1 ruas.
  15. Minyak goreng 1 sdm; yang baru, jangan bekas ikan asin-apalagi jengkol 🙂

Cara membuat:

  1. Untuk yang menggunakan bahan daging, potong sesuai selera lalu cuci bersih. Campur air asam untuk lumuran dengan garam, lumurkan pada daging ayam. Biarkan meresap dengan mendiamkan selama sekitar setengah jam.
  2. Haluskan bumbu: cabe merah, cabe rawit atau keriting (versiku: setengah bagian dibiarkan utuh, setengahnya diuleg), bawah putih, bawang merah, dan kemiri.
  3. Tumis bumbu halus dengan api kecil.
  4. Setelah tercium harum bumbu, tambahkan serai, daun salam, dan daun jeruk.
  5. Masukkan santan encer. Didihkan, dilanjutkan dengan memasukkan daging ayam. Campur dan aduk pelan secara berkala. Jangan sampai santannya pecah.
  6. Setelah mendidih dan daging setengah matang, masukkan santan kental bersama dengan terasi, air asam, gula merah, dan garam. Masak dengan api kecil hingga daging ayam benar-benar matang.

Ayam Bumbu Rujak siap dihidangkan! Jadi dah Ibu Meong Natalan! 🙂

blog-dhenok-hastuti-ayam-bumbu-rujak-siap-saji

Ayam Bumbu Rujak sudah mengalami banyak modifikasi. Entah yang original yang seperti apa. Sepengenalanku, masakan Ayam Bumbu Rujak berkuah cukup banyak. Namun pada tempat lain kutemukan menu ini disajikan dengan kuah yang menjadi semacam saus. Ada pula yang tanpa menggunakan santan. Bisajadi karena pilihan rasa, bisa pula pertimbangan kesehatan. Untuk rasa pedas, dapat dikatakan Ayam Bumbu Rujak khas Jawa Timur adalah bercita rasa pedas. Mungkin untuk memenuhi selera konsumen yang lebih luas, dibuat Ayam Bumbu Rujak versi tak pedas. Semata menggunakan cabe merah besar, sedikit memerahkan kuah tapi tak berasa pedas. Atau dari sisi bahan utama, daging ayam digoreng terlebih dahulu, baru dimasukkan ke dalam kuah yang sedang mendidih. Ada pula yang memanggang ayam yang sudah jadi masakan. Rupa-rupa cara orang menikmati makanan berbahan ayam ini. Owh.. bahan utamanya tentu bisa diganti. Misalnya dengan ikan, telor, atau aneka sumber protein nabati.

Selamat mencoba dan jadikan masakan tradisional ini sebagai salah satu menu Natal atau Tahun Baru Anda. Jangan lupa..bicara soal ayam, seperti masakan lainnya, daging ayam sebagai bahan utama Ayam Bumbu Rujak ini pun pastinya akan selalu disarankan untuk memilih yang berkualitas baik. Sehingga hasilnya pun nikmat. Yuk pilihnya Ayam Dingin Segar.

 

Ikuti cerita-cerita seru soal ayam dingin segar dan aneka kuis berhadiah menarik di FanPage FB dan Web Ayam Dingin Segar.

Tautan: http://dhenok.net/ayam-bumbu-rujak-untuk-menu-natal-atau-tahun-baru/